PESAN MORAL KEPADA PAK TUA

PESAN MORAL KEPADA PAK TUA

BAGIKAN
Burhan Saidi, Wakil Sekjend Laskar Merah Putih (LMP)
CATATAN KAMIS PAGI, 25 APRIL 2019′
Oleh Burhan Saidi, Wakil Sekjend Laskar Merah Mutih (LMP)
Sikap terbaik yang harus kita lakukan saat ini adalah *TAK MEMPROVAKSI SUASANA YANG SUDAH PANAS MENJADI KIAN MEMANAS.*
*Pesan saya kepada Pak Tua,*
Anda Tokoh Nasional, Anda Pernah juga Berkuasa & Anda mantan Ketum Ormas Agama. Mengapa terlalu bernafsu mengajak rakyat untuk *PEOPLE POWER?*
Bukankah ANDA yang ikut Melegitimasi PERUBAHAN UU 45, saat anda menjadi KETUA MPR RI kala itu?
Anda juga yang meneriakkan Membentuk Negara Federal untuk Provinsi- Provinsi di Indonesia.
Hingga akhirnya NKRI hari ini berubah system’ Pemerinthan Desentralisasi menjadi Otonom.
Anda juga yang Menciptakan POROS TENGAH, ketika Partai Anda tak mendapat tempat dihati Wakil Rakyat tahun 1999. Yang pada akhirnya memunculkan Tokoh NU yang anda sendiri faham secara fisik tak mungkin dapat menjalankan Pemerintahan dengan sewajarnya.
Karena sesungguhnya Tawaran anda kepadanya hanya basa-basi..
Banyak lagi dosa dosa masa lalu yang anda lakukan hingga akhirnya NKRI seperti sekarang ini.
*NKRI DENGAN DEMOKRASI INDONESIA YANG LARI DARI PANCASILA & UUD45 YANG ASLI.*
Pak Tua,
Sudahlah, masa anda sudah berakhir. Jangan merusak Keharmonisan Bangsa ini dengan *AMBISI KEKUASAAN ANDA.*
Kekurangan Pelaksanaan Demokrasi hari ini harus kita terima dengan lapang dada. Dan biarlah berjalan mengikuti Mekanisme yang telah diatur di dalam UU itu sendiri.
Biarkan Tahapan Pelaksanaan Pemilu berjalan & dilaksanakan hingga tahapan akhir.
*Bila ada hal yang tidak PUAS atau TIDAK MENERIMA Keputusan KPU.*
*Tempuhlah melalui jalur Hukum yang ada yaitu MK.* atau jalur Hukum lainnya.
Mari jadikan kekurangan hari ini, sebagai Pelajaran berharga untuk Memperbaiki Mekanisme Pemilu yang lebih baik dan lebih baik lagi kedepannya.
Dan Pak Tua, Anda tak perlu mengajak rakyat, Memprovokasi rakyat, atau Memfitnah dengan MEMBANGUN PROPAGANDA PEOPLE POWER.
Karena bila itu terjadi, yang rugi adalah kita semua. Bangsa ini akan porak poranda, bangsa ini akan saling curiga mencurigai. Bahkan yang sangat fatal, Bangsa ini akan masuk ke dalam jurang Perang Saudara. Itukah yang anda inginkan Pak Tua?
Sebagai Anak Bangsa yang lahir dari rahim Ibu Pertiwi. Kami tak ingin Bangsa Indonesia terpecah belah.
Kami tak ingin NKRI hanya menjadi nama.
Mari kepada Anda semua,
Politisi Senior, Tokoh Nasional, Para Habaaib,
Para Kyai, Para Alim Ulama, Akademisi, Praktisi, Aktivis dan Tokoh tokoh Pergerakan.
Kita sejukkan Indonesia dengan Kedamaian. Kita lalui Tahapan Pemilu ini dengan Damai, Tentram dan saling menghormati.
*Keutuhan NKRI jauh lebih BERHARGA dibandingkan hanya dengan keinginan meraih KEKUASAN*
Harapan kami tulisan ini dapat menyadarkan Pak Tua yang selalu berteriak untuk People power. Dan menyadarkan rakyat untuk tak mengindahkan ajakan tersebut.
*Semoga NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA tetap berdiri tegak, dengan segala hiruk pikuk Demokrasinya.*
*Dengan segala kelebihan dan kekurangannya.*
Dan semoga kita semua selalu bisa menjaga hidup dalam Kedamaian dan saling Mencintai.
Amin ya rabbal Alamin.
Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR