Perjalanan Seorang Burhan Saidi Menuju Kursi DPRD DKI Jakarta

Perjalanan Seorang Burhan Saidi Menuju Kursi DPRD DKI Jakarta

BAGIKAN
Burhan Saidi Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil 7 Jakarta Selatan dari Partai Bulan Bintang (PBB)

kamarberita.com, JAKARTA – Calon Anggota Legislative  DPRD DKI Jakarta dapil 7 Jakarta Selatan Burhan Saidi menceritakan perjalanan hidupnya kepada kamarberita.com saat ditemuinya di bilangan pasar minggu, Jakarta Selatan.

Berangkat dari keluarga yang sederhana, anak seorang Pensiunan TNI bernama H, Saidi Bakri.BA Melayu berpangka Sersan Satu dan Ibu bernama Hj. Nursiah Chaniago, terlahirlah seorang Burhan Saidi di Banda Aceh, 9 Juni 1970, 48 tahun yang lalu.

Burhan kecil yang tumbuh besar di tengah konflik panjang di Aceh, menempa dirinya menjadi pribadi yang kuat, suka bekerja keras, disiplin dan berprestasi. Karakter keras dan disiplin inilah yang membuat dirinya berprestasi dunia pendidikan.

Sejak Kelas V SD, Burhan kecil selalu menjadi Juara kelaas dan masuk di rangking tiga (III) besar.  Saat SMP pun dia selalu menjadi Juara kelas, begitu juga ketika dia di SMA.  Bahkan selama V semester beliau selalu menjadi Juara Umum di SMA Swasta Kesatria Medan.

Beliau tak merasakan adanya perhatian dari Pihak Sekolah dan Pemerintah untuk memberikan Bea Siswa.  Padahal beliau ingin sekali meneruskan cia citanya ke Perguruan Tinggi, guna mengambil gelar Insinyur khusunya Ir Pertanian.

Tamat SMA tahun 1998, Burhan merantau ke Jakarta dan bekerja di bagian Pemasaran.  Tak tahan melihat Kampus yang selalu ia lewati, akhirnya iapun memutuskan mengambil Pendidikan Akademi dengan waktu kuliah selama 3 tahun pada tahun 1989.  Apa disangka, saat ingin membayar uang kuliah beliau tak mampu dan akhirnya memutuskan menyudahi pendidikan Tinggi tersebut.

Burhan Saidi, Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil 7 Jakarta Selatan dari Partai Bulan Bintang

Iapun memutuskan kembali pulang ke Medan dan bekerja di Perusahaan swasta.  Tak sulit bagi Burhan untuk mengejar karir di perusahaan pemasaran tersebut.  Hanya dalam waktu 6 bulan, beliau sudah menduduki posisi Supervisor diusia 21 tahun (tahun 1991).

Ada petuah yang selalu dipegang oleh Burhan, bahwa “tak ada yang tak bisa selama kita mau belajar”. Maka iapun memakai isilah Learning by doing (belajar sambil melakukan).

Burhan yang gemar membaca dan belajar, ia belajar secara otodidak.  Membeli buku buku yang dianggapnya penting untuk menambah wawasannya. Ada satu buku yang selalu ia baca ketika masih bekerja atau saat kuliah, yaitu Berpikir Dan Berjiwa Besar.

Dari bacaannya itulah pribadi Burhan yang sering ditempa untuk terus menggali potensi diri, tanpa merasa minder dengan status pendidikannya., dalam waktu yang relatife singkat, tepatnya tahun 1994 Burhan mendirikan Perusahaan CV. Dian Penstra Sejahtera.

Hal ini bisa terwujud karena Burhan yang berasal dari keluarga Minang dan didukung oleh Ilmu dagang yang dia dapat dari perusahaan tempat ia bekerja..

Burhan merekrut mantan preman dan anak jalanan sebagai salesnya.  Ia mendidik mereka untuk menjadi salesman handal di perusahaannya.  Tetapi sayang usia perusahaan itu tak lama, karena perusahaannya dihantam pesaingnya yang memiliki modal besar dan jaringan yang lebih kuat.  Hingga akhirnya tahun 1998, pasca kerusuhan Mei, tepatnya bulan Agustus beliau merantu kembali ke Jakarta.

Singkat cerita, setelah malang melintang di dunia kerja dan usaha, tepat pada tahun 2012 Burhan mulai terjun di dunia Aktivis dan Politik.  Saat itu beliau mulai ikut di barisan Faisal Basri sebagai Kordinator Pemenangan wilayah Jakarta Selatan ahun 2012.

Walaupun Faisal Basri kalah dalam Pilgub DKI waktu itu, berkah bagi Burhan adalah dirinya mengenal banyak Aktivis dan Tokoh tokoh Nasional seperti Anas Urbaningrum, Rizal Ramli, Hayono Isman, Irman Gusman, Jumhur dll.

Kemudian tahun 2012 itu juga pasca Pilkada, Burhan bergabung di IKAPI (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia).  Sebelumnya Burhan sempat bergabung sebagai Bendahara Cabang Jakarta Selatan KUKMI Tahun 2011.

Berselang 1 tahun, tepatnya tahun 2013 Burhan dan teman-teman mendirikan Organisasi Pedagang yang bernama Serika Pedagang Pasar Indonesia atau yang disingkat SPPI.  Sempat membuka cabang di 13 Provinsi, SPPI  dan mendukung Prabowo Hatta di Pilpres tahun 2014.

Alasan Burhan bergerak dalam organisasi pedagang adalah karena beliau melihat ketidakperdulian Pemerinah Pusat maupun Daerah terhadap pedagang pasar, khusunya pedagang tradisional.

Banyak masukan dan rekomendasi yang telah dilayangkan organisasniya (SPPI) baik kepada Kementerian Perdagangan, Anggota DPR RI Komisi VI, Kementerian Kopersai dan UKM hingga semuat bekerjasama dengan Bulog yang saat itu dijabat Ibu Lenny Sugiat.

Burhan dan rekan-rekannya melihat, ada kegagalan proses Revitalisasi Pasar Tradisional yang dilakukan oleh Pemerintah. Dimana Revitalisasi Pasar cendrung menjadikan Pasar Tradisional menjadi Pasar Moderen, yang pada akhirnya menyingkirkan pedagang pedagang lama tanpa memberikan peningatan SDM pedagang itu sendiri.

Pada akhirnya pedagang pasar tradisionalpun tersingkirkan dari tempat usaha mereka. Begiu juga banjirnya Hipermark dan Mini Market modern membuat para pedagang semakin terkucilkan dan banyak yang gulung tikar.

Tahun 2014 bulan Agustus, Burhan diminta bergabung di Ormas Laskar Merah Putih yang memiliki basis anggota di seluruh Indonesia ± 5 juta Anggota, dan menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal langsung oleh Ketua Umumnya H. Adek Erfil manurung, SH.

Selama menjabat Wasekjen, Burhan banyak menerbitkan modul-modul pelatihan untuk Organisasi barunya itu.  Beliau juga banyak ditugaskan ke luar daerah, bahkan sempat beberapa kali ke Kuala Lumpur, Malaysia mewakili Ketua Umum Laskar Merah Putih (LMP).

Burhan sering menjadi motivator dan narasumber pelatihan dan banyak menerima amanah menjadi Plt Ketua Markas Daerah, seperti Mada LMP Babel, Mada Kaltim dan Mada Sumbar.

Jabatan yang paling sukses diemban Burhan adalah ketika menjadi Ketua Panitia Rakernas LMP tahun 2016.  Dimana acara tersebut merupakan Acara terbesar yang pernah diadakan oleh LMP dengan mengundang Kemenhan RI, Kemendagri, Anggota DPR RI, BNN, Gubernur Sumatera Utara, Ormas Nasional dan dihadiri oleh seluruh Mada dan Macab LMP se Indonesia.

Di Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu, Burhan juga membentuk Relawan Penggerak Komando Barisan Anies Sandi disingkat KOMBAS. Relawan ini memiliki jaringan di 105 Kelurahan, 23 Kecamatan dan 4 Kotamadya, dengan jaringan sebanyak 31 ribu relawan penggerak di seluruh DKI.  Dan Alhamdulillah berhasil mengantarkan Anies Sandi sebagai Gubernur DKI Jakarta unuk periode 2017-2022

Enam (6) tahun Burhan berjuang melalu jalur organisasi dan aktivis pergerakan tak mampu berbuat apa-apa.  Karena organisasi yang dijalankan tidak berafliasi dengan Partai politik manapun.  Sementara Pemerintah sendiri tidak pernah mau ambil perduli dengan rekomendasi yang ia sampaikan, karena merasa ak ada untungnya bagi mereka.

Akhirnya tepat pada bulan Juli tahun 2018, seorang teman menawarkannya bergabungdengan Partai Bulan Bintang dan iapun bersedia menjadi seorang calon legislative DPRD DKI Jakarta.

Awalnya sempat ditolak, namun setelah mempertimbangkan masukan dari rekan rekannya dirinyapun menerina juga. “Daripada selama ini saya hanya berjuang dari luar sistem,  kali ini saya coba lewat Partai Politik,” kata Burhan kepada kamarberita.com.

Alasan lainnya, selain persoalan pedagang, Burhan melihat banyaknya persoalan tanah warga di DKI ini yang belum tuntas dan terkatung katung, malah cenderung merugikan warga.

Hal ini diketahuinya ketika dirinya menjadi Direktur Non Litigasi& Mediasi LBH LMP yang menjadi Kuasa Hukum warga terkait kasus tanah.

Sebagai Caleg Partai Bulan Bintang di dapil 7 Jakarta Selatan, Burhan Saidi, nama lengkapnya, mulai merumuskan beberapa program andalannya untuk diperjuangkan di DPRD nanti jika diberi amanah oleh warga DKI

Proram Wajib Baca Tulis Al-Quran bagi Putra Putri Muslim adalah program pamungkasnya. Menurut Burhan, Pemerintah Daerah DKI Jakarta wajib membangun Pendidikan Diniyah di tingkat Rukum Warga (RW). Alasannya penduduk DKI Jakarta itu Muslimnya mayoritas. Dan putra putri Muslim harus bisa baxa tulis Al-Quran.

Burhan melihat Pendidikan Diniyah hanya berjalan secara Swadaya, sehingga banyak Pendidikan tersebut yang tutup karena tak mampu membiayai operasional mereka.

Disamping itu, program Burhan lainnya adalah memperjuangkan Kepemilikan Rumah bagai warga Jakarta.  Berdasarkan data statistic DKI Tahun 2016, ± 50% warga DKI tidak memiliki rumah, alias mengontrak.

Berbekal jaringan yang dimiliki Burhan, iapun segera mempersiapkan semua kelengkapan dan strategy untuk meraih kursi di DPRD DKI 2019-2024.

Walaupun Burhan memiliki keterbatasan dalam anggaran, ia melakukan langkah dengan pola strategy yang berbeda.  Ia melakukan territorial dan membentuk Posko di wilayah yang memang Burhan memiliki Timses.  Ia pun melakukan blusukan ke gang-gang tempat tinggal warga setempat dan turun ke pasar pasar di Dapil 7 dimana ia bertarung.

Berbekal Nomor urut 5 Burhan Saidi memiliki sejumlah program untuk mewujudkan visi dan misinya jika terpilih menjadi Anggota DPRD DKI Jakarta pada pemilu 2019.

Visi : Menjadikan Jakarta sebagai Ibukota yang Manusiawi, Ramah, Aman dan Nyaman bagi semua orang.

Misi :

Pertama,  mempelopori reformasi  birokrasi yang berorientasi kepada kepentingan  masyarakat  yang mayoritas beragama Islam

Kedua, Mendorong diterbitkannya  Perda yang  Islami, seperti Perda Bank Syariah, Perda Zakat  & Pengelolaannya bagi PNS & Swasta yang beragam Islam,

Ketiga mendorong adanya Perda tentang wajibnya Pendidikan diniyah Agama  bagi yang beragama Islam, serta ditambahkannya  jam pelajaran Pendidikan Agama didalam kurikulum sekolah Umum di wilayah Jakarta khususnya yang beragama Islam

Keempat, Mendorong transfaransi informasi Pembangunan Wilayah kepada masyarakat, dan merubah Blue print yang sudah ditetapkan bila merugikan kepentingan warga Jakarta

Kelima, Menjadikan warga Jakarta sebagai Inspirator munculnya produk Industri kreatif yang berbasis pada  produk pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan home indsutri dalam negeri yang terintegrasi dengan daerah lain

Keenam, Meningkatkan Prestasi Pendidikan dan Olahraga ditingkat Nasional & International

Ketujuh, Menjadikan Jakarta sebagai barometer kota ramah dan nyaman bagi semua orang

Kedelapan, mendorong terciptanya pelayanan pemerintahan yang bersih, bebas korupsi,nepotisme, berwibawa dan kekeluargaan

Ada 5 Usulan Program Utama yang akan diperjuangkan Burhan untuk menarik simpatik dan dukungan dari warga sbb :

  1. Mendorong terbitnya Perda Syariah
  2. Mendorong Kepemilikan Rumah untuk warga
  3. Peningkatan SMD & Taraf Hidup UMKM
  4. Memprcepat proses penyelesaian sengketa tanah warga
  5. Mendorong pendirian Pendidikan Dinyah Tingkat RW

Di masyarakat, Burhan juga aktif diberbagai kegiatan sosial masyarakat, diantaranya pernah menjabat sebagai Ketua Arisan tingkat RT, Menjabat sebagai Bendahara RW dan saat ini masih menjabat Anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) periode 2017-2020).

Dengan jaringan yang dimilikinya, ia mengajak semua untuk mau berjuang bersama sama, demi untuk memperjuang kepentingan masyarakat.

Burhan menyadari biaya demokrasi di Indonesia saat ini berbiaya sangat mahal, sehingga yang banyak menjadi anggota Dewan selama ini adalah orang-orang yang memiliki modal besar, atau dimodali oleh investor.  Bukan tidak mungkin hal itulah yang membuat banyak Anggota Dewan yang ditangkap oleh KPK, karena melakukan tindak pidana korupsi.

Burhan turun ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan memberikan keyakinan.  Bahwa suara warga sangat penting dalam memilih wakil mereka di Parlemen.  Sehingga dibutuhkan kehatihatian dalam memilih wakil rakyat untuk 5 tahun ke depan.

Ia berharap mendapat kepercayaan masyarakat untuk menduduki kursi DPRD DKI Jakarta dari dapil 7 Jakarta Selatan yang meliputi kecamatam Setiabudi, Cilandak, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru dan Pesanggrahan. (sr kb)

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR