BIN Sebut Tak ada Masjid yang Radikal

BIN Sebut Tak ada Masjid yang Radikal

BAGIKAN
Juru bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto

kamarberita.com, JAKARTA – Juru bicara Badan Intelijen Negara (BIN)  Wawan Purwanto mengatakan tidak ada masjid yang radikal. Menurut dia yang radikal itu penceramahnya.

Menurut Wawan, Kategori radikalisme dilihat dari konten yang dibawakan penceramah di masjid tersebut.

“Jadi, konten ceramahnya yang kita utamakan. Kalau masjidnya sih enggak ada yang radikal, tapi penceramahnya,” kata Wawan kepada wartawan di Sate Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (20/11).

Pernyataan Wawan tersebut menyikapi pemberitaan media tentang temuan 41 masjid di lingkungan pemerintah yang terpapar radikalisme. Temuan tersebut merupakan hasil survei oleh Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Nahdlatul Ulama.

Temuan itu kemudian diungkapkan oleh Staf Khusus Kepala BIN Arief Tugiman, dalam diskusi Peran Ormas Islam dalam NKRI di Kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Jakarta, Sabtu (17/11).

Arief mengatakan terdapat tiga kategori tingkat paparan radikalisme dari 41 masjid tersebut. Pada kategori rendah ada tujuh masjid, 17 masjid masuk kategori sedang dan 17 masjid masuk kategori tinggi.

Wawan menambahkan, hasil survei tersebut kemudian dipelajari oleh BIN sebagai early warning, dan ditindaklanjuti dengan pendalaman dan penelitian lanjutan oleh BIN.

Wawan menghimbau penceramah untuk menyampaikan isi ceramah yang sejuk dan BIN akan melakukan pemberdayaan kepada para da’i untuk dapat memberikan ceramah yang mengkonter paham radikal.

BIN dalam hal ini berkoordinasi dengan Kementerian Agama, MUI dan lembaga terkait.

“Semua saling berkoordinasi supaya ada perubahan-perubahan signifikan agar hal ini tidak berkelanjutan,” ujarnya.

Keberadaan masjid di lingkungan pemerintah, lanjut Wawan, seharusnya steril dari hal-hal yang berbau radikal. Hal tersebut merupakan salah satu upaya BIN menjaga persatuan di Indonesia.

Saat ini, lanjut dia, BIN sedang melakukan literasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman, sehingga keamanan dan ketertiban negara tetap terjaga dengan baik. (al)

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR