Bupati dan Kadis PUPR Pakpak Bharat Ditahan KPK

Bupati dan Kadis PUPR Pakpak Bharat Ditahan KPK

BAGIKAN
Bupati Pakpak Bharat ditahan KPK usai diperiksa selama hampir 12 jam di Gedung KPK Jakarta,, (Senin (19/11/2018) dini hari

kamarberita.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara,  Remigo Yolanda Berutu (RYB), Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat David Anderson Karosekali dan pihak swasta Hendriko Sembiring. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka usai diperiksa selama hampir 12 jam.

Ketiganya ditahan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan sejumlah proyek di Kabupaten Pakpak Bharat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan ketiga tersangka tersebut ditahan di rumah tahanan (rutan) yang berbeda-beda. KPK menahan Bupati Remigo dan dua tersangka lainya selama 20 hari kedepan sejak hari ini.

“RYB (Remigo Yolanda Berutu) ditahan di Rutan KPK Kavling C1, DAK (David Anderson Karosekali) ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, dan HSE (Hendriko Sembiring) di Rutan K4 belakang Gedung Merah Putih KPK,” jelas Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (19/11/2018).

KPK menetapkan Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Remigo Yolanda Berutu sebagai tersangka atas dugaan suap terkait proyek-proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2018.

Remigo diduga menerima uang sebesar Rp 550 juta yang diberikan pada 16 November 2018 sebesar Rp 150 juta dan pada 17 November 2018 sebesar Rp 400 juta.

“Uang tersebut diduga dingunakan untuk keperluan pribadi Bupati, termasuk untuk mengamankan kasus yang melibatkan istri Bupati yang saat ini sedang ditangani penegak hukum di Medan,” kata Ketua KPk Agus Rahardjo di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018).

Dari jumlah tersebut, pemberian Rp 150 juta dari David Anderson kepada Remigo terkait dengan fee pelaksanaan proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Pakpak Bharat yang diduga berasal dari mitra yang sedang mengerjakan proyek-proyek di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat.

“Diduga RYB menginstruksikan kepada para kepala dinas untuk mengamankan semua pengadaan proyek pada dinas masing-masing,” ungkap Agus. (al)

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR