Jadi Kuasa Hukum Jokowi, Tim Prabowo-Sandi Sampaikan Selamat Kepada Yusril

Jadi Kuasa Hukum Jokowi, Tim Prabowo-Sandi Sampaikan Selamat Kepada Yusril

BAGIKAN
Yusril Ihza Mahendra saat diambil sumpahnya sebagai advokat di Pengadilan TInggi Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat

kamarberita.com, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno menyampaikan selamat kepada Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang resmi menjadi kuasa hukum pasangan no urut 1, Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

“Kami hanya mengucapkan selamat untuk Bang Yusril. Saya pikir itu bagus buat Bang Yusril,” kata Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, seperti dilansir dari cnnindonesia, Senin (5/11/2018).

Sementara itu, Tim  Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, mengaku kaget dengan pilihan Yusril bergabung dengan Jokowi. Padahal, kata Ferdinand, selama ini Yusril selalu terlihat berbeda pandangan politik dengan pemerintah.

“Saya tidak ingin masuk ke ranah janji apapun dari Jokowi ke Yusril, itu hak beliau, hak pribadi, hak politik. Cuma kaget saja tidak menyangka kalau Yusril bisa kemudian satu kubu dengan Jokowi,” kata Ferdinand dihubungi terpisah.

Ferdinand pun mengaku tak ingin mengomentari lebih lanjut jika memang ada janji-janji politik Jokowi terhadap Yusril atas keputusan tersebut.

“Ini mengagetkan bagi saya. Sungguh sangat mengagetkan. Saya hanya mau bilang, semoga Yusril bahagia bersama Jokowi,” ucapnya.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini juga membeberkan kronologi dan alasannya bersedia menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurutnya, keputusan itu diambil usai bertemu dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir, di Hotel Mulia, Jakarta, sekitar minggu lalu.

Menurut Yusril, Erick sudah sempat berbicara dan melobi dirinya sejak beberapa waktu terakhir agar menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf.

“Maka saya katakan pada Pak Erick, setelah cukup lama hal ini didiskusikan dengan saya, akhirnya saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyer-nya kedua beliau itu,” jelasnya.

Yusril mengatakan tawaran Erick itu turut mengandung prasyarat bahwa dirinya tak akan dibayar selama bertugas.

Yusril mengaku tak ambil pusing soal prasyarat itu dan langsung menyetujuinya. Sebab, dirinya pun sudah mengalami hal serupa ketika menjadi pengacara Prabowo-Hatta Rajasa di Pilpres 2014 lalu.

“Dulu dalam Pilpres 2014 saya juga pernah dimintai menjadi ahli dalam gugatan Pak Prabowo kepada KPU tentang hasil Pilpres di MK, dan itu saya lakukan, gratis juga,” ungkap Yusril. (az)

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR