Zakat Berpotensi Untuk Pemberdayaan di-Mana Hasilnya di-Tunggu Umat

Zakat Berpotensi Untuk Pemberdayaan di-Mana Hasilnya di-Tunggu Umat

BAGIKAN
Sahar L. Hasan, Sekretaris Majelis Syuro DPP Partai Bulan Bintang

Kamarberita.com-jakarta- 73 tahun kita merdeka ternyata slama 33 tahun ini umat masih  dalam keadaan lemah juga sangat tak berdaya secara kehidupan  dan hal ini  harus  didorong  dengan upaya-upaya meningkatkan perekonomian  dan umat memiliki saham  BUMR badan usaha milik rakyat, jadi apabila  mereka memiliki usaha sendiri mereka akan menentukan mau kemana kegiatan-kegiatan ekonominya untuk melanjutkan hidup .

Indonesia kaya raya ini tidak menjanjikan kehidupan yang sejahtera bagi rakyatnya,.akhirnya rakyat yang selama ini miskin itu perlu dikeluarkan dari kesulitan dan banyaknya persoalan yang ada sebagai beban hidup yang harus diuraikan

Maka untuk menangkis upaya bangsa lain untuk mencoba menguasai perekonomian indonesia itu perlu dicarikan solusi yang berdampak positif bagi kita semua

”Pemerintah ataupun penguasa harus  cepat menggerakkan sektor bisnis yang produktif  dari usaha yang didirikan mereka bersama umat dan rakyat  agar roda perekonomian lancar dan kehidupanpun stabil kembali ,yang nantinya tidak  perlu lagi mendatangkan pekerja dari cina selama kita mampu untuk melakukannya,” ujar Sahar L Hasan sekretaris Majelis Syuro DPP PBB memaparkan keadaan umat yang sangat miris dan memprihatinkan.

Pemanfaatan zakat juga untuk pemberdayaan umat harus secepatnya seperti yang dilakukan Khalifah Umar Bin Abdul Aziz dua  yang setengah tahun dalam memberdayakan umat sehingga hasilnya sangat memuaskan dengan potensi kekayaan umat dizamannya

“Saya kira di Indonesia juga bisa begitu melakukan hal yang sama oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz  dimana zakat dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk menggedor gerakan pemberdayaan ekonomi disegala sektor sehingga nantinya kesulitan  hidup berkurang karena lapangan kerja menjadi luas sedangkan  produktifitas dan kreatifitas tinggi dari rakyat,”ujar senior HMI yang selalu optimis karena selalu menjaga spirit perjuangan didalam dirinya.

Kemudian mesjid harus menjadi setral utama dalam perjuangan dimana zaman Rasulullah dulu juga zaman sumber banyak masalah sekaligus sumber penyelesaian ekonomi umat .

“Mencari jodoh dan membicarakan masalah-masalah politik budaya keamaanan dan lain-lainnya adalah bagian kajian utamanya adalah agar umat memahami agamanya supaya dahaga yang ada akhirnya hilang dan mampu berkontribusi terhadap negara bangsa dan negara,” ujar Bang Sahar mengakhiri wawancara dengan kamarberita.com (azs/kb).

 

 

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR