Generasi Milenial Berkontribusi Besar dalam Design Indonesia Kedepan

Generasi Milenial Berkontribusi Besar dalam Design Indonesia Kedepan

BAGIKAN
Prof.Dr.Ir Hardinsyah, MS Rektor Unversitas Sahid

kamarberita.com Jakarta – Bahwa sekitar 25 -30 persen itu nanti adalah usia muda pemilih pemula  yang  berumur berkisar 17 tahun yang semua itu tidak hanya di-mahasiswa tapi usia 17 tahun termasuk SMA  dikelas 2 atau  3 sampai usia 22 tahun yang sebagian  ada dikampus-kampus berbagai perguruan tinggi di Indonesia atau komunitas external lainnya yang saat pemilu April tahun depan suara generasi milenial berperan mencapai 20 persen , karena 5 tahun ini merupakan pesta  demokrasi  pesta rakyat  yang memiih pimpinan bangsa dan negara,apakah nanti  yang terpilih lagi yang lama atau pun yang baru tergantung kemampuan memobilisasi energi dari generasi milenial ini?

“Capres cawapres yang berkompetisi  itu tergantung hasil kinerja atau program  apa dipromosikan dan ditawarkan oleh  masing-masing yang dapat berkenan dihati rakyat atau generasi mileneal dimana semua itu  bisa dibaca dan  melihat future kedepan, “, ujar Prof.Dr.Ir Hardinsyah, MS Rektor Universitas Sahid saat di wawancara wartawan kamarberita.com

ciri mileneal seperti  improvisasi dalam dunia digital dunia media sosial sebagai harapan tempat bersandar mereka dimana kreatifitas program adalah sebagai perubahan dan menjadi positif bangsa dan negara ini   sehingga aspirasi mereka menjadi  di salah satu pasangan capres nanti. karena sebagian besar mereka ingin  bercita-cita intrepeneur  profesional yang bisa mengkreat  lapangan kerja

inilah yang akan menjadi pembeda dengan generasi dimasa lampau, artinya pasangan-capres –cawapres harus lebih cerdas menangkap keinginan generasi milenial ini  yang menyukai hal-hal yang masuk akal dan terjangkau dalam logika sekaligus  masuk dihati mereka yang  lebih futuristik ,capres  cawpres itu akhirnya harus  memperkaya imaginer yang berkaitan  dengan wilayah kampus  yang penuh semangat optimis ,”Ujar prof yang tamatan S3 dari salah satu universitas terbaik luarnegeri dengan mimik serius

Walaupun dibebani identik suasana hura hura dimana narkoba  sebagai sahabat yang selalu menjerumuskan kaum muda dan selalu dianggap  sebagai beban yang menjadi penghalang dimasa akan datang apakah hal itu sebuah realita atau hanya sekedar retorika yang selalu hadir dalam gejolak positif generasi milineal

“Anggapan itu hanya sekedar isapan jempol dimana wacana itu berkembang secara terus menerus merupakan pembusukan yang selalu kata akhirnya adalah rusaknya generasi muda,’ ungkap profesor yang lahir diriau seakan tidak percaya begitu saja

Karena salah satu penangkal yang dilakukan setiap mahasiswa baru itu seprerti tes urine , apabila mahasiswa/i bermasalah akan kita laporkan ke BNN dan dilakukan pembinaan lalu  kita beritahukan juga  keorangtuanya ,tahun ini belum ada  informasi yang diperoleh dari  lembaga yang Independent terhadap kampus ,kecil kemungkinan terjadi akan hal itu.

untuk Indonesia kedepan “ Saya berpikir karena saya orangnya optimis karena  sudah ratusan daerah saya kunjungi , dan pada saat pulang saya melihat kekayaan bangsa kita sangat luarbiasa melimpah dan SDM kita juga mampu bersaing dengan pihak asing  karena saya juga kuliah pernah  diluar negeri dan kita mampu sehingga  mereka orang asing itu  jadi segan sama kita oleh karena fikiran-fikiran kita dihargai mereka dan saya tetap begitu yakin dan optimis ya kalo saja kita bisa menegakkan prinsip  pertama kejujuran integritas dengan warna kemajemukan, maka  konflik itu tidak ada juga  diregulasi itu apabila  ditegakkan maka bisa di pasti kan bangsa kita akan  menjadi bangsa yang besar,” ujar rektor uiversitas sahid yang baru memimpin delapan bulan ini mengakhiri wawancara dengan kamarberita.com(azs/kb.)

 

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR