Bank Indonesia: Perubahan Pengurusan TPID Untuk Kendalikan Inflasi

Bank Indonesia: Perubahan Pengurusan TPID Untuk Kendalikan Inflasi

BAGIKAN
KAMARBERITA.COM, Solo – Bank Indonesia (BI) menyatakan perubahan struktur pengurusan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengendalikan inflasi di dalam negeri.

“Dalam kepres yang baru yang keluar pada tanggal 16 Agustus 2017 susunan struktur pada TPID ada perubahan, kalau dulu kan Ketua TPID adalah sekda dan kepala daerah menjadi penasehat. Pada kepres terbaru saat ini menginstruksikan agar susunan TPID diketuai oleh kepala daerah, kalau Solo ya wali kota, daerah lain ya bupati,” kata Kepala BI Kantor Perwakilan Solo Bandoe Widiarto di Solo, Kamis (14/9).

Menurut dia, dengan TPID diketuai oleh kepala daerah, maka koordinasi, kerja sama, dan eksekusi di lapangan menjadi lebih efektif.

Ia mengatakan dilihat dari perubahan tersebut artinya ada perhatian Presiden Joko Widodo pada keberadaan TPID.

“Dan di kepres ini juga diminta agar kabupaten/kota yang masih menggunakan struktur lama segera melakukan perubahan, sampai 60 hari sejak kepres dikeluarkan,” katanya.

Menurut dia, hal penting dari perubahan tersebut dirasakan bahwa keberadaan TPID penting dan upaya pengendalian inflasi ini harus dilakukan dengan serius.

“Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah terutama pemerintah pusat untuk mengendalikan harga, harapannya perekonomian kita makin baik dan efisien yang ujungnya untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Terkait hal tersebut, pihaknya sudah menyampaikan ke wali kota dan beberapa bupati untuk segera melakukan perubahan struktur TPID tersebut. Sejauh ini pihaknya juga sudah bertemu langsung dengan kepala daerah dan mengirimkan surat edaran untuk kepala daerah.

“Selanjutnya melalui langkah ini diharapkan inflasi di Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara lain, kalau target inflasi tahun ini secara nasional kan 4 +/- 1 persen, tahun depan 3,5 +/- 1 persen,” katanya. (seru/ojan)

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR