Ulama Tasawuf: Gerakan Sufi Tekankan Perdamaian Bukan Radikalisme dan Terorisme

Ulama Tasawuf: Gerakan Sufi Tekankan Perdamaian Bukan Radikalisme dan Terorisme

BAGIKAN

kamarberita.com, BIREUEN -Ulama tasawuf asal Bireuen, Nangroe Aceh Darussalam, Tgk. Mahdi akan menghadiri Konferensi Tauhid Tasawuf Ke-4 Se-Asia Tenggara akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Raudhoh Al-Hikam, Cibinong, Bogor, Jawa Barat pada 25-27 Agustus 2016.

Setelah dikonfirmasi kamarberita.com, tgk. Mahdi memastikan dirinya akan hadir acara tersebut. “insya Allah saya akan hadir, ” kata tgk. Mahdi, Kamis (25/8/2016)

“Dengan Muzakarah jiwa kita bisa tenang, damai dan terhindar dari berbagai penyakit hati seperti iri dan dengki serta bisa membangun ibadah yang khusyu, akhlak yang indah, Dakwah yang membawa kedamaian serta mewujudkan keadilan dan kasih sayang antara sesama ummat manusia yang hidup di bumi Allah SWT. Sesungguhnya dengan jalan makrifat inilah,  jiwa manusia akan terasa tenang dan bahagia, ” kata Mahdi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PBB Kab Bireuen.

Acara ini akan dihadiri oleh sekitar 350 ulama tasawuf se-Asia Tenggara serta ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tgk. Mahdi menjelaskan, Tokoh penting yang akan hadir dalam acara tersebut  adalah para Mursyid dan Masayikh berbagai Thoriqoh mu’tabarah antara lain Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi (Syekh Thoriqot Naqsabandiyah), Syekh H Ibrahim Muhammad (Syekh Thoriqot Syatariah, Malaysia), Dr. Muhammad Dhiauddin Kuswandi (Pimpinan Keluarga Besar Wali Songo), Dr Syekh. Rohimuddin Al-Bantany (Pimpinan Kerukunan Ulama Nusantara) dan KH Zein Djarnuzi (Pimpinan Pondok Pesantren Raudhoh Al-Hikam, Indonesia, Syekh Thoriqoh Qodiriyah Wanaqsabandiyah/TQN)

Rangkaian acara yang digelar selama tiga hari ini akan diisi oleh Muzakarah (seminar/konferensi) khusus, dzikir, tausiyah, maulid Nabi, Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani serta hiburan Islami dari Indonesia dan Malaysia.

Kader PBB itu menambahkan,  Muzakarah Tauhid, Tasauf  ini akan diisi dengan pembahasan antara lain; 1. Inti ajaran Tauhid Sufi, 2. Pedoman warisan sejarah gemilang peradaban umat khususnya di Nusantara agar berupaya bangkit kembali, 3. Pembentukan akhlak mulia untuk mencapai tauhid hakiki, 4. Hubungan Tasauf dengan ilmu-ilmu keislaman serta  5. Pergerakan Tauhid Sufi dalam memberkahi Nusantara.

“Gerakan sufi senantiasa menekankan akhlak mulia dan perdamaian bukanlah gerakan yang membawa kemarahan, kebencian, dendam, radikalisme dan terorisme. Gerakan sufi sangat melarang melakukan perbuatan yang bersifat dzalim terhadap siapapun, “ungkapnya.

Ia berharap semoga Muzakarah Tauhid Tasawuf Ke-4, se-Asia Tenggara ini memberikan manfaat bagi bangsa, negara dan masyarakat di Nusantara  dan Asia Tenggara serta cahaya-Nya membawa kebahagiaan dan kedamaian yang memancar ke seluruh dunia (zk.kb)

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR