Ini Alasan Dewi Asmara, Paham Komunis Bertentangan Dengan Ideologi Pancasila

Ini Alasan Dewi Asmara, Paham Komunis Bertentangan Dengan Ideologi Pancasila

BAGIKAN
Dewi Asmara Acara Empat Pilar di PGRI Sukabumi

Sukabumi kamarberita.com Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indenesia (DPR-RI) Hj Dewi Asmara,SH,MH, mengatakan larangan terhadap komunis di Indonesia tetap berlaku, sebagai bangsa yang mempunyai ideologi Pancasila yang masuk dalam Empat Pilar sangat bertentangan dengan ideologi Atheis.

Hal ini dia disampaikan Dewi Asmara saat melakukan sosialisasi implementasi  Empat Pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di hadapan 200 mahasiswa yang tergabung dalam STKIP PGRI Sukabumi, yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP PGRI Sukabumi, bertempat di Aula Balai Budi Daya Air Tawar (BBAT), Selasa, 7/06/2016.

Hj.Dewi Asmara,SH,MH yang merupakan Anggota DPR RI komisi IX dari fraksi partai GOLKAR  menjadi narasumber dalam kegiatan ini memaparkan juga tentang latar belakang sosialisasi  ini, terjadinya krisis multidimensi yang berkepanjangan mulai tahun 1998. Krisis  yang berkepanjangan yang mengakibatkan tawuran pelajar terjadi dimana-mana, kehidupan sex bebas merajalela, HIV/Aids, peredaran narkoba, Korupsi, gerakan sparatis, bentrok antar warga, konflik KPK dengan POLRI dan lain sebagainya membuat negara dalam kondisi bahaya dan menjadi salah satu alasan  dilakukannya sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara ini

“Negara Indonesia mempunyai pilar-pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak hanya satu tetapi empat pilar. Konsep ini di gagas oleh para pendahulu kita, empat pilar ini adalah mutlak dan tidak bisa dipisahkan dalam menjaga dan membangun keutuhan bangsa. seperti halnya sebuah bangunan dimana untuk membuat bangunan tersebut menjadi kokoh dan kuat, dibutuhkan pilar-pilar atau penyangga agar bangunan tersebut dapat berdiri dengan kokoh dan kuat, begitu juga halnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini”, ujar Hj Dewi Asmara,  yang juga anggota MPR-RI ini.

“Hal-hal yang menyangkut jati diri bangsa penting untuk di tingkatkan kembali sehingga seluruh komponen rakyat Indonesia lebih mencintai negara ini, begitupun implementasi empat pilar ini harus di terapkan dalam kehidupan Mahasiswa dan mahasisiwi STKIP PGRI sukabumi” tandas Hj Dewi Asmara,SH,MH.

Hari kedua puasa ini bukan merupakan hal yang menyurutkan semangat anak anak mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti acara ini, hal tersebut terlihat dari betapa antusiasnya para peserta memberikan pertanyaan berkaitan dengan apa yang disampaikan oleh narasumber yang mengisi acara ini, yang salah satunya bertanya masalah komunis di indonesia, “ apa yang membuat  paham Komunis di larang di indonesia”,  tanya sandi salah seorang mahasiswa.

“Keberadaan paham komunis di Indonesia telah dilarang negara seperti di atur dalam TAP MPRS  Nomor 25 tahun 1966 tentang kedudukan hukum pembubaran PKI dan ajaran ajaran komunis, ketentuan tersebut kemudian masih di tambah lagi dengan hadirnta TAP MPR Nomor 1 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa larangan terhadap faham komunis di Indonesia tetap berlaku, jawab Dewi Asmara,

“Sebagai bangsa yang mempunyai ideologi Pancasila tentunya ketika atheisme di jadikan ideologi maka hal ini akan sangat bertentangan dengan ideologi yang kita miliki”, tambah Dewi Asmara. (nik kamar berita).

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR