Makna Kain Kotak Kotak Warna Hitam Putih Bali

Makna Kain Kotak Kotak Warna Hitam Putih Bali

BAGIKAN

kamarberita.com Kalau memasuki wilayah Bali, sejak dari bandara atau pelabuhan, Anda sudah disuguhi pemandangan kain dengan corak hitam putih yang biasa dipakai oleh warga sipil, aparat keamanan, patung, pohon, dan di pura-pura. Kain kotak-kotak hitam putih itu disebut poleng.

Warna hitam putih sebagai motif kain poleng khas Bali itu memang sudah menjadi bagian dari kehidupan religius umat Hindu Bali. Kain itu tidak hanya digunakan untuk kepentingan religius yang bernilai sakral, kain poleng juga banyak digunakan dalam suatu acara yang sifatnya profan dan sekuler. Dalam drama Gong di Bali, kain poleng dikenakan oleh punakawannya.

Penyematan kain itu terhadap sesuatu itu adalah simbol. Jika sebuah pohon atau patung dikenakan kain tersebut, di sana bersetana (bersemayam) zat yang menghitam-putihkan dunia ini.

Untuk Anda ketahui bahwa ternyata bentuk kain poleng tersebut beraneka ragam, mulai dari ukuran, warna, hiasan tepi, bagian kain, dan ukuran kotak-kotaknya. Berdasarkan warna, kain poleng dibagi menjadi tiga jenis. Pertama, kain poleng rwabhineda, yakni kain poleng dengan warna kotak-kotak hitam dan putih saja. Kedua, kain poleng yang disebut sudhamala yakni kain poleng dengan warna kotak-kotak putih, abu-abu, dan hitam. Ketiga, kain poleng tridatu yang merupakan kain poleng dengan warna putih, hitam, dan merah.

Dari segi ukuran, kain poleng juga beragam. Ada yang berukuran 1×1 cm, 3×3 cm, dan 5×5 cm. Berdasarkan dari segi maknanya, kain poleng memiliki makna yang berbeda jika dilihat dari perpaduan warna kotak-kotak yang ada. Perbedaan tersebut berdasarkan pada siklus perkembangan dan pertumbuhan pemikiran manusia yakni dari tingkat sederhana menuju perkembangan pemikiran yang sempurna menjadi seorang manusia.

Dalam data sejarah memperkirakan kain poleng yang pertama kali dipakai oleh umat Hindu Bali ialah kain poleng rwabhineda, baru kemudian muncul kain sudhamala dan tridatu, sebagai tanda perjalanan kesempurnaan pemikiran manusia tersebut. Makan kain poleng rwabhineda secara filosofis ialah usaha manusia dalam rangka mewujudkan rwabhineda itu sendiri. Rwabhineda adalah dualisme manusia yang bertolak belakang di dalam dirinya, yakni hitam putih, baik buruk, utara selatan, panjang pendek, tinggi rendah, dan lain sebagainya.

Ketika manusia menyadari dualisme yang tumbuh di dalam dirinya, dalam proses hidupnya dia akan berusaha untuk konsisten pada salah satunya agar terhindar dari dosa. Hal itu dicerminkan dalam kain poleng sudhamala yang secara filosofis memiliki makna sebagai penyelaras perbedaan dalam rwabhineda itu sendiri. Oleh karena itu ada warna abu-abu diantara warna hitam dan putih.

Filosofi yang lebih mendalam terkandung dalam tridatu. Dalam perjalanan hidup, manusia kemudian mencari asal usulnya, siapa penciptanya, dan siapa yang mengatur dan melindungi hidupnya. Dalam proses ini, manusia akan mencapai penemuan pada sesuatu yang adikodrati, nah, dalam kain poleng tridatulah hal-hal tersebut disimbolisasikan. warna hitam putih merupakan manifestasi keseimbangan alam jagat raya.

Warna merah di kain poleng tridatu merupakan simbol Dewa Brahma sebagai pencipta, warna hitam merupakan simbol keberadaan Dewa Wisnu sebagai pemelihara dunia dan warna putih melambangkan keberadaan Dewa Siwa sebagai pelebur. Dewa yang disebut sebagai Trimurti ini saling terkait dengan kehidupan lahir, hidup, dan mati dalam kepercayaan umat Hindu Bali.

Bagaimanapun, kain poleng merupakan ekspresi terhadap penghayatan aspek spiritual masyarakat Bali terhadap konsep keseimbangan kehidupan yang menyangkut baik dan buruk. Konsep tersebut merupakan inti dari ajaran tantrayana umat Hindu. Dengan menjaga keseimbangan antara kebaikan dan keburukan maka kesejahteraan dapat tercipta dalam kehidupan. Pemahaman ini tersirat pula dalam lontar Purwadigama.

Kalau Anda melihat seorang petugas keamanan mengenakan kain poleng hitam putih, maka orang itu memang dipercaya oleh warga. Petugas tersebut diyakini dapat mengemban amanah. (nik kamar berita).

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR