Perjuangan Rio Haryanto Akhirnya Membuahkan Hasil

Perjuangan Rio Haryanto Akhirnya Membuahkan Hasil

BAGIKAN

Jakarta – kamarberita.com – Rio Haryanto, di kancah Formula 1 (F1) akhirnya telah menemui titik terang Setelah Drama berkepanjangan mengenai masa depan pembalap Indonesia. Kamis (19/2), Rio mengumumkan bahwa ia resmi menjadi pebalap Manor Racing di Formula 1 2016 dan mendampingi pebalap Jerman, Pascal Wehrlein.

Rio untuk mendapatkan di tim Manor Racing, melalui jalan yang tidak mudah. Persoalan dana sponsor menjadi kendala paling sukar diatasi olehnya dan tim manajemen, Kiky Sport.

Manor meminta pihak Rio membawa dana 15 juta Euro (sekitar Rp225 miliar) untuk bisa menjadi salah satu pebalap mereka.

Perihal perjalanan Rio Haryanto mewujudkan ambisi turun di arena balap mobil nomor satu di dunia itu.

Tujuh Bulan Penuh Tanda Tanya

Mengklaim berada dalam radar beberapa tim F1, Rio mulai menghangatkan pemberitaan media di Indonesia mengenai peluangnya menembus dunia jet balap darat sejak tujuh bulan silam. Ia dilirik tim F1 sejak tiga kali naik podium pertama ajan GP2.

Rio sempat menyambangi Istana Negara, 13 Agustus 2015, untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan meminta bantuan sokongan dana.

Usai bertemu dengan Presiden, Rio juga sempat melakukan penggalangan dana melalui salah satu situs hingga bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), untuk meminta dukungan.

Titik terang menuju dunia F1 mulai terlihat setelah Manor akhirnya menyodorkan tawaran kontrak pada Rio, 7 Desember lalu.

Tawaran itu muncul setelah Rio sempat beberapa kali menjajal mobil Manor, termasuk ketika tes ban Pirelli di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi.

Tapi bersamaan dengan tawaran itu Manor juga memberikan syarat yang sukar dipenuhi: 15 juta euro.

Pertamina yang menjadi sponsor utama Rio sejak membalap di ajang GP2 kemudian berjanji mengeluarkan 5,2 juta euro. Tapi sifatnya dibayarkan kemudian (reimbursement). Artinya, mereka baru mau mengeluarkan uang jika keseluruhan biaya telah jelas sumber penyokong dananya.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kemudian membawa ‘drama’ Rio ke babak baru setelah mengeluarkan surat pernyataan jaminan menanggung dana sponsor Rio di kancah F1, 11 Desember silam.

Semula Kemenpora menggandeng Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk memenuhi kebutuhan dana Rio. Namun, usaha penggalangan dana melalui malam gala karena waktu penyelenggaraan bertepatan dengan terjadinya peristiwa bom Sarinah.

Penjadwalan ulang acara penggalangan dana pun tertunda karena alasan yang tak menentu.

Pada 23 Januari, Kemenpora akhirnya mengucurkan dana Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp100 miliar (untuk membantu Rio.

Skema pendanaan yang digunakan Kemenpora adalah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia. Kemenpora memberikan dana kepada KONI yang kemudian mengikat perjanjian soal penyaluran bantuan dengan PT Kiky Sport. Menurut Gatot, skema ini seperti halnya KONI memberikan bantuan kepada cabang-cabang olahraga lain.

Tapi keputusan itu pun tak serta-merta menyelesaikan permasalahan. Selain masih harus menutupi kekurangan dana, bantuan Kemenpora pun tidak bisa langsung cair karena terkendala birokrasi.

Kritik Luar Dalam

Keputusan Kemenpora untuk menggelontorkan dana hingga Rp100 miliar untuk membantu Rio sendiri bukan tanpa kritikan. Komisi X DPR RI sempat mempertanyakan keputusan itu lantaran dianggap menimbulkan kesenjangan di dunia olahraga domestik.

Tak hanya kritikan dari dalam negeri, Rio juga mendapatkan ‘serangan’ dari luar lantaran bos Mercedes, Toto Wolff, secara terbuka mengkritisi jumlah uang yang harus dibayarkan pebalap Indonesia itu.

“Dengan jumlah bayaran yang diberikan Rio Haryanto untuk membeli satu seat di Manor, maka hal itu akan menghancurkan F1,” kata Wolff dikutip dari Autosport, Desember lalu.

Kritikan itu sempat ditepis oleh pihak Rio, setelah ibu sekaligus manajernya, Indah Pennywati, sempat menganggap kritikan Wolff itu sebagai bagian dari psy war.

Babak Terakhir Drama Rio

Diwarnai masalah kekurangan dana, kritikan, jaminan pemerintah, hingga tenggat batas waktu pembayaran yang terus diundur-undur, drama Rio Haryanto  mulai memasuki babak akhir pada awal Februari.

Pada 11 Februari, Direktur Grand Prix Manor, Abdulla Boulsien, datang ke kantor Kemenpora untuk membicarakan keikutsertaan Rio. Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan bahwa ada sinyal positif dari kedatangan Manor.

Selain itu, muncul alternatif solusi atas keterbatasan dana yaitu Rio hanya mengikuti beberapa seri dari total 20 seri sepanjang musim.

Rio dan manajemennya pun masih melakukan roadshow ke beberapa pihak untuk mengatasi masalah dana. Salah satunya adalah dengan mengajukan proposal kepada mantan pengusaha Sandiaga Uno.

Manor akhirnya mengumumkan Rio mendapatkan kontrak satu musim penuh. Rio telah menyetorkan uang muka senilai 3 juta euro yang berasal dari sokongan Pertamina, dan akan membayarkan sisanya setelah menjalani tiga kali balapan.(lud.cnn.kamar berita)

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR