Ini Daya Tarik Pengunjung Ke Wisata Lendir Kalijodo

Ini Daya Tarik Pengunjung Ke Wisata Lendir Kalijodo

BAGIKAN

Jakarta – kamarberita.com – Belakangan ini Wisata “lendir” Kalijodo, Jakarta Utara memang menjadi sorotan. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menginstruksikan untuk menggusur dan menutup lokasi ini. Targetnya, akhir tahun ini, kawasan Kalijodo harus bersih.

Kalijodo adalah salah satu lokasi wisata lendir ternama di Jakarta. Kawasan ini begitu dikenal sebagai tempat wisata bagi para pria hidung belang kelas menengah bawah.

Sejatinya, para perempuan yang ditawarkan di Kalijodo rata-rata sudah senior. Tapi ada juga yang penjaja cinta yang masih muda. Tentu saja harganya lebih mahal.

Banyak orang yang begitu tergantung dari bisnis lendir di Kalijodo. Karenanya, mereka pun langsung “berteriak” saat Ahok, sapaan Basuki berencana menutup lokalisasi itu.

Berikut 5 Daya tarik wisata lendir Kalijodo:    

  1. Ramah Kantong

Lokasisasi Kalijodo adalah lokalisasi yang ramah kantong. Artinya harga para penjaja cinta di sini begitu terjangkau dan bisa menyesuaikan kantong para pecinta wisata lendir.

Yang termurah adalah Rp 50-100 ribu plus kamar. Tentu saja, para PSK yang dibanderol harga itu jauh dari kata cantik. Biasanya mereka adalah orang-orang senior yang sudah layak menimang cucu.

Tapi, jika ingin yang cantik dan muda juga ada. Biasanya mereka dibanderol dengan harga Rp 200- Rp 350 ribu plus kamar.

  1. Seperti SPBU yang Buka 24 Jam

Untuk wisata lendir, Kalijodo buka 24 jam non-stop. Lokasi yang berada di bantaran kali Banjir Kanal Barat Jalan Kepanduan II RT 5/RW 2, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara‎ itu selalu setia menunggu pria hidung belang.

Seorang pedagang, Lina, 45,mengatakan, wanita selalu tersedia di Kalijodo ‎selama 24 jam. Namun demikian, menurut dia, tempat karaoke dan kafe-kafe minuman keras baru buka sekira pukul 20.00 WIB.

“Disini mah kalo cafenya malam baru buka, siang gak buka. Kalo cwenya nonstop. Ceweknya siang dan malam ada. Kan ikut mami,” ujar ibu satu anak ini, Senin (15/2).

  1. Kebersihannya “mantab”

Kalijodo tentu saja jauh dari kata bersih. Ya, wisata esek-esek di sana memanfaatkan rumah warga yang ada di bantaran sungai sebagai tempat untuk memadu kasih. Saat menjajakan diri, para PSK bersama maminya berjejer-jejer di depan rumah-rumah itu.

Tak hanya itu, di dalam kamar yang dibuat untuk tempat mesum, biasanya berserakan dengan alat kontrasepsi seperti kondom. “Tempat sampahnya penuh kondom. Kadang biasanya berserakan di lantai,” kata seorang pria pelanggan Kalijodo yang tak mau namanya disebutkan.

  1. Preman-preman yang ganas

Lokalisasi ini dijaga banyak preman. Ya, wisata lendir di Kalijodo ini memang identik dengan preman. Betapa tidak, mereka adalah orang yang begitu berkepentingan atas berlangsungnya bisnis ini. Sebab, setiap hari mereka adalah pihak yang mendapatkan pundi-pundi dari bisnis esek-esek.

Selain menguasai lahan parkir, dan keamanan, banyak juga preman yang ikut memasarkan para PSK. Tentu saja mereka mendapat keuntungan dari situ.

  1. Polisi pun tewas di Kalijodo

Keberingasan preman Kalijodo bukanlah isapan jempol. Bahkan, Kadivhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal mengatakan anggotanya ada yang terbunuh di sana saat menjalankan tugas pada 2015 lalu.

Tak hanya itu, Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti dalam bukunya Geger Kalijodo mengaku pernah ditodong pistol oleh preman Kalijodo pada 2002 lalu saat masih menjabat Kapolsek Penjaringan. seperti yang dikutip dari jpnn.

Nah, karena itulah, Ahok pun menggandeng pihak kepolisian dan TNI untuk menertibkan Kalijodo.  Bahkan Ahok pernah berujar akan menggunakan tank TNI untuk menggusur Kalijodo.(jj.kamar berita)

 

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR