ARIEF PRASETYO: BUMD DKI Berhasil Stabilkan Harga Beras, Rizal Ramli Harusnya...

ARIEF PRASETYO: BUMD DKI Berhasil Stabilkan Harga Beras, Rizal Ramli Harusnya Bangga

BAGIKAN

Jakarta kamarberita.com Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi kepada media menjelaskan, “Saya bisa pastikan dengan masuknya Food Station di OP (Operasi Pasar) saat ini harga beras stabil,” Sebagian OP melalui pedagang langsung.  OP dari Food Station mengontrol harga di PIBC 8000 dan HET 8300 ditingkat eceran, ujarnya saat dihubungi, kamis (21/1/2016).

“Saat ini harga beras medium turun 300 rupiah. Stock di atas 47,000T. Per hari ini 49,000T, sangat baik. Saya selalu report ke Gubernur DKI Jakarta kondisi PIBC,” katanya.

Arief menuturkan, Saat ini harga beras yang paling stabil dibanding tahun lalu dan barang komoditi lainnya seperti telur, daging ayam dan daging Sapi. Please check.

“Kita juga jalankan langsung ke market. Saya jalankan dan Cek sendiri di lapangan. OP Itu yang terakhir diadakan di Rusun Marunda, “ujar pria berkacamata ini.

Arief menambahkan, Kalau saya jalankan OP dengan BENAR, Pak Rizal harusnya bangga dengan BUMD DKI Jakarta seperti Food Station Tjipinang Jaya.

Paham ya Pak, kenapa Pak Gubernur meminta saya jadi CEO di Cipinang, untuk bereskan salah satunya OP yang sebelumnya tidak benar. Termasuk Tata kelola BUMDnya, kata Profesional yang berpengalaman di perusahaan retail swasta terbesar di Indonesia tersebut.

“Saya juga minta tolong diinformasikan bila ada kelurahan atau warga yang memerlukan beras OP seharga 8300/kg atau 7000/liter untuk minta ke Food Station, saya akan drop dengan truck langsung ke sana,”ujarnya.

“saya orang paling bahagia saat ada banyak ibu-ibu dapat membeli beras murah di setiap OP Food Station,” tutupnya.

Sementara terkait hal tersebut Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli menganggap, Operasi Pasar (OP) yang selama ini dilakukan Perum Bulog tidak banyak membantu menstabilkan harga beras di pasaran.

Pasalnya, kata Rizal, OP beras yang selama ini dilakukan Bulog banyak yang tidak tepat sasaran. OP beras tidak seharusnya menyasar pedagang besar, melainkan pada pedagang-pedagang menengah sehingga bisa langsung berdampak pada stabilnya harga.

“Kami minta, misalnya operasi pasar Bulog ke pedagang menengah. Kalau zaman dulu langsung diberikan ke pedagang menengah, tapi belakangan ini disalurkan lewat pemain besar, yang sudah punya kekuatan pasar,” jelas Rizal saat ditemui di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (21/1/2016). (dody kamar berita).

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR