Maluku Utara Belum Maksimal Kelola Pariwisata

Maluku Utara Belum Maksimal Kelola Pariwisata

BAGIKAN

Ternate – kamarberita.com Pemprov Maluku Utara (Malut) belum bekerja maksimal untuk mendatangkan wisatawan hal ini disampaikan Direktur Eksekutif BPP Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cyprianus Aoer, dalam seminar Tourism Economic Summit Diseminasi KEKR Triwulan III Bank Indonesia Malut, kemarin (1/12).
Cyprianus mengatakan Wisatawan mancanegera (wisman) ke Malut masih jauh dari target, sampai saat ini hanya 280 orang. Padahal menurutnya, target pemerintah pusat untuk jumlah kunjungan wisatawan di setiap provinsi, untuk wisatawan nusantara (wisnus) 380.000 orang dan wisman adalah 2.000 orang per tahun.

“Kalau tahun ini, Malut belum mencapai target sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat. Ini sesuai dengan data yang didapat BPS Malut,” ujarnya.

Kalau tidak mencapai target kata Cyprianus, maka pemerintah daerah dan pihak swasta pengelola pariwisata di Malut harus bertanggung jawab, artinya sama-sama mencari kelemahan-kelemahan yang membuat pariwisata di Malut kurang dikunjungi wisatawan. “Perlu dibangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk memajukan pariwisata di Malut,” imbuhnya.
Dia menilai hotel dan restoran di Malut belum juga siap untuk menerima wisatawan asing yang datang.  Menurutnya, untuk memajukan pariwisata di Malut diperlukan, pertama adalah pembangunan infrastruktur yang bagus. Kedua adalah masalah keamanan, sebab musuh utama para wisatawan mancanegara. Ketiga, masalah kesehatan, penyakit di Indonesia seperti malaria membuat para wisatawan asing enggan datang. Keempat, transportasi umum. Kelima adalah kebudayaan lokal.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Malut Samin Marsaoly mengungkapkan, datanya meliputi semua wisatawan yang datang di Malut. Sementara BPS tidak mendata wisatawan asing yang tinggal di beberapa daerah di Malut seperti Morotai dan banyaknya  kapal wisatawan asing yang datang. Selain itu, dia mengungkapkan, fokus pengembangan wisata yakni di 6 zona seperti di Morotai, Halmahera Barat, Haltim, Halsel, Sula dan Taliabu. Ini karena daerah ini memiliki potensi pariwisata yang menjanjikan seperti di Pulau Widi Halmahera Selatan yang sangat menarik kunjungan wisatawan asing. “Saat ini sudah dikelola oleh investor,” ujarnya. Selain itu, kata dia fasilitas yang menunjang pariwisata juga sudah lumayan bagus.
Sementara Kepala BPS Malut M. Habibullah menuturkan, BPS melakukan pendataan kunjungan wisman yang menginap di hotel. “Turis yang hanya lewat di Malut tidak didata,”ujarnya. dasar pendataan ini sesuai standar World Trade Organization (WTO), bukan sekadar pendataan asal-asalan. (nik.mp. kamar berita)

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR