Taranis Drone Inggris mempunyai kecepatan supersonik

Taranis Drone Inggris mempunyai kecepatan supersonik

BAGIKAN

Jakarta – kamarberita.com – Inggris tengah memodernkan alat tempurnya Drone atau pesawat tanpa awak, kini bukan lagi milik Amerika. Termasuk beberapa negara mulai mengembangkannya, seperti di Asia ada China.

Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) telah berhasil menguji coba pesawat tanpa awak ini, yang diberi nama Taranis, yang mempunyai arti Dewa Guntur Celtic. Uji coba tersebut dilakukan di sebuah gurun pasir, dan terbilang sukses.

“Pesawat take off dengan sempurna saat demonstrasi, dan 15 menit penerbangan pertamanya sangat sempurna,” info yang didapat MoD kepada ABC news.

Dengan adanya uji coba ini bahwa Inggris mampu mengembangkan pesawat tanpa awak. Dan pembuatan pesawat tersebut merupakan hasil dari insinyur Inggris. Drone tersebut mempunyai kecepatan supersonik, dan mampu membawa rudal dan bom yang bisa dipandu dari darat. Sehingga efektivitas serta keakuratannya sangat rinci.

Militer Inggris mengkalim, jika Taranis mampu dikontrol dari manapun, karena koneksinya menggunakan link satelit. Serta dapat terbang tanpa terdeteksi oleh radar musuh.

Biaya pembuatan Taranis sekitar US$336,5 juta atau sekitar Rp4 triliun. Ini merupakan proyek ambisius militer Inggris, yang saat ini lebih didominasi oleh Amerika dan Israel.

“Ini merupakan evolusi yang dilakukan dari sebelumnya. Dan tonggak dari  awal posisi Inggris menjadi yang terdepan dalam keunggulan rekayasa dan inovasi,” ujar juru bicara MoD. (JJ.kb)

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR