Pesona Wisata Pulau-Pulau Gili Di Lombok

Pesona Wisata Pulau-Pulau Gili Di Lombok

BAGIKAN

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pulau Gili Air Lombok

 P.Gili Air

 

 

 

 

 

 

 

Gili Air merupakan salah satu dari tiga pulau gili terkenal di Lombok, yaitu Gili Trawangan, dan Gili Meno. Ketiga pulau ini terkenal dengan keindahan pantainya, maka tak heran apabila Gili Air menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Lombok.

Dari ketiga pulau gili yang telah disebutkan diatas, Gili Air merupakan pulau yang letaknya paling dekat dengan pulau Lombok.Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan berada di kawasan barat pantai Lombok, serta mampu menampilkan gambaran keindahan pantai-pantai yang berada di Lombok. Lokasi Gili Air tepatnya teletak di Desa Gili indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Berkunjung ke Gili Air wisatawan dapat menjelajahi beberapa titik untuk menikmati keanekaragaman hayati laut Indonesia. Diantaranya pengunjung dapat melihat spot kuda laut, kura-kura, beragam ikan dengan berbagai warna, serta keanekaragaman penghuni laut lainnya. Masyarakat setempat mnyebut GIli Air dengan nama “Tengaq Aiq” yang berarti ditengha-tengah laut. Mayoritas penduduk asli Gili Air berasal dari suku bugis dan suku sasak, dan mereka bermata pencaharian utama sebagai nelayan, pedagang, dan pemandu wisata. Mayoritas pengunjung GIli Air merupaka wisatawan mancanegara, seperti dari negara Inggris, Prancis, Australia, Belanda, Italia, maupun negara-negara lainnya. Gili Air biasanya ramai dikunjungi wisatawan pada bulan Juli hingga Agustus.

Fasilitas dan Akses

Fasilitas wisata di Gili Air sangat lengkap,terdapat fasilitas seperti hotel, restoran, maupun bar, sehingga dapat membuat wisatawan nyaman berkunjung ke pulau ini. untuk menuju Gili Air, penunjung dapat menempuh perjalanan menggunakan kapal motor (boat) dari pelabuhan Bangsal dengan jarah tempuh sekitar 25 menit.

Sementara untuk mencapai pelabuhan Bangsal, pengunjung dapat mencapainya dari Mataram dengan menaiki Angkutan umum maupun angkutan pribadi dengan dua rute pilihan, yaitu Mataram – Rembiga – Gunung Sari – Kekait – Pusuk – Pemenang – Bangsal ataupun melalui jalur Mataram – Meninting – Batu Bolong – Senggigi – Kerandangan – Melimbu – Pemenang dan Bangsal.

Sepanjang perjalanan pun wisatawan dimanjakan dengan keindahan tempat-tempat wisata yang ada di Lombok. Apabila menggunakan rute pertama, wisatawan akan melewati daerah pusuk yang masuk dalam kawasan gunung rinjani. Sementara lewat jalur kedua, wisatawan akan disuguhi keindahan garis pantai Lombok hingga sampai ke tempat tujuan di pelabuhan Bangsal.

Untuk masuk ke GIli Air pengunjung tidak akan dikenakan biaya, sementara untuk biaya perahu motor untuk menyeberang dari pelabuhan Bangsal menuju Gili Air dikenakan biaya sebesar Rp.8.000-Rp.25.000 per orang tergantung jenis perahu motor yang digunakan. Untuk jadwal penyeberangan pada pagi hari sekitar pukul 08.30 dan sore hari.

Apabila ingin berkeliling pulau Gili Air dengan menggunakan sepeda, di pulai ini terdapat juga fasilitas penyewaan sepeda dengan harga Rp.30.000. Tentunya dengan harga tersebut anda sudah bisa seharian mengelilingi pulau Gili Air dengan sepeda sewaan tersebut.

Daya tarik utama Gili Air adalah sepi yang selalu melingkupi daerah ini. Suasananya tenang khas pedesaan Lombok. Masyarakatnya ramah dan selalu menyambut tamu dengan suka cita. Dari Gili Trawangan, Gili Air dapat dicapai dengan menumpang boat dengan tarif Rp. 10-20 ribu per penumpang. Jadwal boat dari Gili trawangan ke Gili Air hanya 2 kali yakni pada 08.00 WITA dan pukul 15.00 WITA untuk rute sebaliknya. Tapi jangan khawatir, jika Anda ketinggalan boat tersebut, Anda bisa menyewa boat namun dengan harga yang agak mahal.

Pulau seluas 170 hektar dengan penduduk jarang ini merupakan gili yang paling dekat dengan Lombok. Untuk mengelilingi pulau ini, Anda hanya butuh waktu 90 menit dengan berjalan santai mengitari bibir pantai.

Gili Air menawarkan beberapa spot diving dan snorkling yang menawan. Anda tidak akan kesulitan untuk memuaskan hasrat menyelam Anda karena disini banyak operator yang menyediakan peralatan dan pemandu selam. Sudut pantai yang biasa dikunjungi para penyelam adalah di bagian timur Gili Air. Di sana kita akan dihujani pemandangan yang luar biasa. Ikan-ikan karang akan menemani kita selama snorkling. Kawasan yang biasa dipakai snorkling ini mempunyai kedalaman dari 1, 5 meter hingga 3 meter. Jangan terlalu jauh menyelam, karena di kawasan ini dipasang sebuah tali sebagai tanda jika kita sudah melewati batas aman untuk snorkling.

Upayakan snorkling pada saat ombak sedang landai. Cobalah menyelam agak ke tengah untuk mendapatkan pemandangan bawah laut yang memesona. Saat ombak besar, lebih baik menikmati kecipak pantai di tepian saja. Anda tentu tidak mau keselamatan Anda terancam bukan?

Puas snorkling, Anda bisa menghabiskan waktu sembari ngobrol dengan warga sekitar. Karena sedikitnya penduduk yang menghuni Gili Air, maka mereka justru lebih cepat akrab dengan wisatawan. Bercengkeramalah dengan mereka dan Anda akan merasakan suasana kekeluargaan dibalut ketenangan Gili Air. Bahkan saking sepinya, banyak yang mengatakan Gili Air cocok untuk wisatawan atau pasangan yang benar-benar ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kota dan pekerjaan sehari hari.

 

  1. Pulau Gili Asahan Lombok

P.Gili Asahan

 

 

 

 

 

 

 

Secara administrasi pulau Gili Asahan terletak di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau Gili Asahan masuk dalam status kawasan Desa Kepulauan. Ada 33 kepala keluarga yang menempati pulau ini.

Batas wilayah Pulau Gili Gede pada bagian sebelah utara berbatasan dengan Selat Lombok,  di bagian selatan berbatasan dengan Teluk Blongas, di barat berbatasan dengan Tanjung Bangko-Bangko dan untuk bagian timur berbatasan dengan Laut Desa Gili Gede.

Diantara pemukiman warga tedapat tempat tinggal warga asing MR. Lusiano Warga Itali yang sangat bersahabat dan termasuk pecinta alam, dia menjaga lingkungan sekitarnya dengan baik. Beliau telah tinggal di indonesia selama 20 tahun.

Ada ratusan Gili di sekitar Pulau Lombok. Setiap Gili memiliki keindahan dan ciri khas masing-masing. Salah satunya adalah Gili Asahan yang terletak di Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Hamparan pantai dengan pasir putih yang alami juga menghiasi Gili yang terkenal di dunia para Diver.

Gili Asahan terkenal akan keindahan bawah lautnya. Terumbu Karang yang indah serta arus laut yang kuat membuat banyak para diver merasa tertantang untuk menyelam di daerah tersebut. Ada banyak penyedia jasa diving guide merekomendasikan anda untuk mengunjungi diving spot di salah satu dari banyak Gili di Lombok Barat ini.

Hal ini karena pulau kecil di Lombok ini memiliki spot-spot diving yang indah dan arus yang kuat sehingga para diver merasa tertantang untuk menyelam di daerah ini.

Bagi yang ingin menginap, terdapat sebuah penginapan bernama Pearl Beach Resort. Anda akan dilayani layaknya sebuah hotel.

Jika anda akan berkunjung ke Gili Asahan, jangan lupa untuk membawa kamera. Karena keindahannya sangat sayang untuk tidak diabadikan.

Hal ini karena pulau kecil di Lombok ini memiliki spot-spot diving yang indah dan arus yang kuat sehingga para diver merasa tertantang untuk menyelam di daerah ini.

Salah spot di Gili Asahan yang kerap dikunjungi diver adalah secret garden. Disini, arus perairannya lumayan kencang sehingga Anda harus berhati-hati dan memperhatikan arahan yang dikatakan oleh guide. Bagi penghobi fotografi underwater, secret garden mempunyai visibility sekitar 25 meter, cukup jelas untuk memotret berbagai terumbu karang dan ikan-ikan indah yang hilir mudik mengitari kita.

Disini kita bisa melihat nudibranch yang kerap menjadi incaran para diver karena keindahannya. Selanjutnya, ada sanking point.

Karakteristik perairannya dinamis, kadang tenang kadang berarus. Penghuni diving point ini adalah ikan-ikan dengan warna beraneka macam, soft coral, hard coral, anemone dan masih banyak lagi. Dengan visibilitas 25-30 meter memudahkan para fotografer mengabadikan keindahan ini. Diving spot selanjutnya yang tak kalah menawan adalah belangan. Disini terdapat gugusan pinacle coral dengan diameter 2 m dan tinggi sekitar 5 m. Kita bisa menjumpai frog fish dan lobster. Walau visibilitasnya Cuma berkisar 10-15 meter saja, namun belangan tetap saja menarik untuk dieksplorasi. Belongan juga cocok untuk menjadi spot penyelaman pada malam hari. Jika sedang bulan purnama, tak mustahil sinar bulan menembuh perairan di kedalaman tertentu. Ada sotong, udang-udangan, kepiting, ikan-ikan aneka rupa bisa kita jumpai disini.

Selain diving, kita juga bisa snorkling dan menikmati keindahan alam Gili Asahan yang cukup tenang. Gili Asahan juga dikaruniai bukit-bukit yang bisa Anda daki. Alam Gili Asahan menyajikan keanekaragaman fauna. Ada burung elang yang menemani liburan kita di pulau ini. Masyarakatnya juga ramah dan senantiasa welcome dengan para turis yang bertamu ke gili ini. Jika Anda sedang malas beraktivitas dan ingin menikmati waktu yang serasa melambat di Gili Asahan, kita bisa sambil memandang panorama sunset yang indah.

Untuk mencapai Gili Asahan kita harus menyeberang menggunakan boat selama 10 menit dari Sekotong. Sekotong tepatnya berada di Lombok barat dan berbatasan langsung dengan perairan yang dihuni beberapa gili seperti Gili Asahan, Gili Layar, Gili Renggit dan Gili Nanggu. Sekotong berada di sekitar 60 km dari kota Mataram, ibukota Lombok. Untuk menuju Sekotong, kita bisa menggunakan angkutan umum dengan waktu tempuh 1,5 – 2 jam perjalanan. Sedangkan jika dicapai melalui Pelabuhan Nusa Penida dengan perahu sewaan, Sekotong bisa dicapai dalam waktu 3 jam.

Aksesbilitas menuju Pulau Gili asahan dapat diperhitungkan mulai dari bandara yang berada di Lombok Tengah menuju Kota Mataram sekitar 30 menit jarak tempuh menggunakan transportasi darat. Dari kota Mataram menuju Kabupaten Lombok Barat dapat ditempuh dengan jarak 20 menit. Kemudian dari Lombok Barat menuju Kecamatan Sekotong Tengah sekitar 2 jam dengan transportasi darat, tetapi jika menggunakan trasportasi laut maka akan dapat menghemat waktu 1 jam 10 menit karena lama perjalanan hanya 50 menit. Jika menggunakan kendaraan darat kita dapat menaiki perahu dari pesisir desa Sekotong Barat menuju pulau sekitar 20 menit perjalanan

 

  1. Pulau Gili Gede Lombok

P.Gili Gede

 

 

 

 

 

 

 

 

Gili Gede adalah sebuah pulau kecil yang terletak 500 meter di sebelah barat laut Pulau Lombok. Pulau yang memiliki panjang maksimum 4 km. Pulau ini merupakan pulau paling besar di daerah sekotong, pada bulan juni tahun 1994 pulau ini pernah di adakan perlombaan lari lintas alam Gili Gede 10 km, di pulau gili gede terdapat sebuah sekolah dasar dan menengah satu atap (SPDT 13 lombok barat) dan terdapat 4 masjid, pada tahun 2012 pulau ini di resmikan menjadi sebuah desa kepulauan, meliputi Gili Gede,Gili Layar, dan gili rengit, dengan jumlah penduduk 1000 jiwa 550 kepala keluarga, gili gede mempunyai 5 dusun yaitu dusun induk gili gede/pegametan, dusun gedang siang, dusun tanjungan, labuan cenik, dan orong bukal, sedangkan mata pencaharian penduduk adalah adalah rata rata nelayan.

Secara administrasi pulau Gili Gede terletak di Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Menurut informasi yang didapat dari Kades yang menjabat saat itu, yaitu bapak Farhan penduduk Gili Gede asli dari Makasar dari Wira Selayar, akibat pemberontakan DITII.

Arti dari Gili Gede adalah Pulau Besar, pada tanggal 31 Desember 2010 desa Gili Gede diresmikan yang sebelumnya pulau tersebut masih masuk dalam wilayah administrasi desa Pelangan. Di Pulau ini terdapat 5 dusun yaitu, dusun Gendang Siang, Dusun Labuan Cenit, Dusun Orong Bukang, Dusun Tanjungan dan Dusun Gili Gede. Pulau Gili Gede masuk dalam status kawasan Desa Kepulauan, untuk status kepemilikan pulau adalah milik hak ulayat atau adat, hanya saja ada sekitar 4 titik wilayah pulau yang dimiliki oleh pihak swasta juga asing yang dijadikan resort. Tetapi ini menguntungkan warga karena beberapa warga yang menjadi pegawai resort tersebut.

Pulau Gili Gede berada pada posisi koordinat geografis 8° 44 & 39; 18.016 Lintang Selatan 115Bujur Timur, dengan luas pulau ± 317 Ha. Pulau Gili Gede adalah pulau terbesar yang dimiliki kabupaten Lombok Barat. Batas wilayah Pulau Gili Gede pada bagian sebelah utara berbatasan denganSelat Lombok,  di bagian selatan berbatasan dengan Laut Desa Pelangan, di barat berbatasan dengan Laut Desa Batu Putih dan untuk bagian timur berbatasan dengan Laut Desa Sakoteng Barat.

Akses ke Gili Gede

Aksesbilitas menuju Pulau Gili Gede dapat diperhitungkan mulai dari bandara yang berada di Lombok Tengah menuju Kota Mataram sekitar 30 menit jarak tempuh menggunakan transportasi darat. Dari kota Mataram menuju Kabupaten Lombok Barat dapat ditempuh dengan jarak 20 menit. Kemudian dari Lombok Barat menuju Kecamatan Sekotong Tengah sekitar 1 jam 30 menit dengan transportasi darat, tetapi jika menggunakan trasportasi laut maka akan dapat menghemat waktu 1 jam karena lama perjalanan hanya 30 menit. Jika menggunakan kendaraan darat kita dapat menaiki perahu dari pesisir desa Sekotong Barat menuju pulau sekitar 15 menit perjalanan.

Kependudukan, Sosial Budaya dan Kelembagaan

Jumlah penduduk Pulau Gili Gede 1380 jiwa dari 438 kepala keluarga dengan persentase perempuan lebih banyak. Untuk mata pencaharian penduduk lebih banyak sebagai nelayan tangkap sekitar 80% dan nelayan budidaya 20%. Agama yang dianut oleh seluruh warga pulau adalah Islam. Jumlah penduduk yang berpendidikan SD 75%, SLTP 10 %, SLTA 10% dan Kuliah 5%. Ada terdapat 5 kelompok nelayan di Pulau Gili Gede.

Terumbu Karang di Barat Gili Gede

Lokasi pengamatan Barat Gili Gede memiliki perairan yang cukup jernih di dalam kolom perairan dengan jarak pandang ke depan sekitar 6 meter dan jarak pandang ke atas sekitar 8 meter. Pengambilan data dilakukan pada kedalaman 9 meter pada kontur dasar perairan yang berbentuk slope atau miring. Karang lokasi pengamatan ini berbentuk fringing reef (terumbu karang tepi), kondisi arus termasuk kategori sedang dan semakin kencang menjelang sore hari.

Substrat dasar perairan pada lokasi pengamatan Barat Gili Gede didominasi oleh kelompok Hard Coralatau Karang Keras. Kondisi terumbu karang pada lokasi pengamatan ini termasuk dalam kategori sedang karena memiliki persentase diantara 25%-49,9%. Persentase terbanyak kedua adalah dari kelompok (patahan karang) atau berupa patahan-patahan karang. Sedangkan persentase ketiga berupa <em>Soft Coral</em> atau Karang lunak terutama dari genera. Biota (lainnya) yang ditemukan terutama berasal dari kelompok lili laut.

 

  1. Pulau Gili Trawangan Lombok

P.Gili Trawangan

 

 

 

 

 

 

 

Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Di antara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam; kedai “Tîr na Nôg” mengklaim bahwa Trawangan adalah pulau terkecil di dunia yang ada bar Irlandia-nya. Bagian paling padat penduduk adalah sebelah timur pulau ini.

Trawangan punya nuansa “pesta” lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian. Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau.

Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat.

Ketiga gili ini memang masih belum sepopuler Gili Trawangan, Gili Air, atau Gili Meno, tapi pesonanya dijamin akan membuat kalian terpikat. Yang asyik, kalian bisa merasakan nikmatnya liburan ala milyuner di pulau pribadi lho! Panorama menawan di ketiga gili ini terbentang hanya untuk travelers.

Seperti halnya pulau dengan pantai perawan, pantai di keempat gili tersebut sangat bersih, dengan pasir putih lembut, air biru jernih bagaikan kristal, dan ketenangan tiada tara. Bonusnya adalah pemandangan Gunung Rinjani di kejauhan.

Diantara keempatnya, Gili Kondo adalah yang paling dikenal wisatawan. Di pulau ini sudah terdapat fasilitas berupa penginapan dan restoran, serta penyewaan alat snorkeling. Mungkin karena sempat dikelola oleh swasta, Gili Kondo bisa dikatakan cukup “siap” menyambut pengunjung. Ciri khas Gili Kondo, selain pantai yang cantik, adalah kayu-kayu dari tumbuhan mati yang teronggok dimana-mana. Walaupun hanya berupa tunggul-tunggul, kayu-kayu mati ini menambah eksotisme pantai di Gili Kondo, seolah memang sengaja ditempatkan disana sebagai dekorasi oleh alam.

Terumbu karang yang tepat berada di halaman restoran Gili Kondo masih dalam tahap pengembangan. Pihak pengelola yang lama, sebuah perusahaan swasta, berusaha untuk menjaga dan melestarikan terumbu karang Gili Kondo. Travelers bisa melihat langsung taman laut disini yang dihuni beraneka jenis karang, ikan dan binatang laut yang bervariasi.

Oh ya, kamu juga akan dapat bonus berupa kunjungan ke Gili Kapal, yaitu sebuah pulau yang hanya terdiri atas pasir tanpa ada karang ataupun tumbuhan. Pasir ini seringkali timbul tenggelam termakan ombak. Walaupun kecil dan kelihatan “polos”, Gili Kapal adalah juaranya taman laut. Keindahan alam bawah laut dan penghuninya benar-benar mempesona, yang bagi sebagian traveler adalah spot snorkeling terbaik di dunia. Snorkeling adalah aktivitas utama dan wajib travelers lakukan disini. Selain itu, kalian tidak akan tahan melihat jernihnya air berwarna biru yang seolah memanggil untuk langsung mencebur!

Berikutnya adalah Gili Bidara.Pulau kecil ini bisa dilihat dari pantai Sambelia, Gili Petagan, dan Gili Kapal, bahkan bisa dilihat dari Gili Kondo. Gili Bidara ukurannya lebih kecil dari gili Kondo yang berada di seberang. Jarak gili Bidara ini cukup dekat dari Gili Kapal. Begitu tiba di pulau ini, kalian akan disambut oleh perkampungan penduduk, rumah-rumah dengan atap daun kelapa, dan penghuninya yang ramah. Walaupun serba sederhana, disinilah travelers bisa merasakan kebahagiaan dan ketenangan kehidupan kampung yang benar-benar berbeda dengan kota.

ulau berikutnya, Gili Petagan, terkenal dengan hutan bakaunya yang merupakan peninggalan dari pendudukan Jepang yang kini menjadi salah satu daya tarik wisata di Lombok Timur. Hutan Bakau ini sekarang dikelilingi Padang Lamun dan terumbu karang yang indah. Padang Lamun adalah padang rumput yang tumbuh di dalam laut. Dalam perjalanan menuju Gili Petagan, kalian bisa menyaksikan betapa birunya air laut. Warna biru tersebut menandakan perairan dalam. Begitu mendekati pulau, air yang jernih menampakkan pemandangan taman laut cantik yang bisa travelers nikmati dari atas kapal.

Bagaimana? Sudah siap menjalankan petualangan tak terlupakan di Gili Kondo, Gili Petagan dan Gili Bidara? Siapkan ransel kalian sekarang juga!

 

  1. Pulau Gili Layar & Ringgit Lombok

P.Gili Layar

 

 

 

 

 

 

 

 

Gili Layar dan Gili Rengit merupakan2 dari 12 Gili yang ada di Garis Pantai Sekotong Lombok barat.

Gili-Gili itu antaralain Gili Nanggu, Gili sudak, Gili tangkong, Gili kedis, Gili lontar, Gili genting, Gili poh,Gili gede, Gili rengit, Gili asahan,Gili layar, dan Gili Anyaran.

Gili sendiri merupakan sebutan untuk pulau kecil dalam Bahasa Suku Sasaq Lombok.

Sepanjang pengalaman menjelajahi Gili tersebut, menurut kedekatan dan dapat di jangaku perhari dan adanya ketersediaan “perahu nelayan utk menyebrang”, kira-kira bisa saya kelompokkan ke dalam :

Gili Nanggu, sudak, tangkong dan kedis dalam seharian

Gili Poh,Lontar dan Geting dalam seharian

Gili Rengit,Asahan,Layar,Gede dan anyaran dalam seharian

Lama perjalananpun paling lama 30 menit menuju Gili yang satu ke Gili yang lain di masing-masing pembagian zona rumpun Gili di pantai Sekotong. Artinya Dari Penyebrangan nelayan (pulau Lombok) ke Gili tersebut ditempuh dalam 30 menit. Selanjutnya Dari Gili yang satu ke Gili yang lain hanya membutuhkan waktu 10-15 menit saja karena jarak yg berdekatan.

Keindahan Gili Layar semakin lengkap dipadu dengan hamparan pasir putih sepanjang pantainya. Pantai Gili Layar seakan-akan mengunjungi pulau private. Tak ada wisatawan lain selain rombongan kami, Tim Lombok Backpacker. Bahkan saya juga tidak menemukan Turis yang biasanya ada hampir di tiap pulau di Lombok.

Di bagian daratannya, ada beberapa sapi yang dilepas oleh pemiliknya. Saya pun berjalan ke pantai bagian barat pulau Gili Layar ini. saya melihat beberapa orang yang sedang duduk di Berunggak. Sepertinya itu adalah penduduk pulau ini. sedangkan beberapa orang lagi memancing ikan di pinggir laut dari Pantai Bagian Barat ini. pemancing itu diam berdiri membisu berendam di pinggir laut. Para pemancing itu seperti membiarkan pakaian basah di bagian pinggul ke bawah.

Untuk mencapai Gili Layar kita bisa menyebrang dari penyebrangan umum di Desa Pelangan, di belakang SPBU Pelangan, dimana saat ini SPBU tersebut jarang di operasikan, karena pasokan BBM yg jarang. Pelabuhan nelayan itu sejatinya adalah pelabuhan menuju Gili Gede yang meruapakan kawasan pemukiman, sekolah dan masjid sudah banyak disana. Setiap hari dari pagi hingga magrib perahu nelayan mondar mandir ke Gili Gede membawa sembako, biasanya dengan rupiah 10.000 kita bisa ke Gili Gede.

Di depan Gili Gede, sekitar 1 km tampak Gili Layard an Gili Rengit, sebuah Gili tanpa penghuni, hanya ada sapid an hewan ternak lainnya dibiarkan hidup dari alam. Kedua Gili ini menjadi Favorite beberapa kawan untuk snorkel maupun free-diving.

Nama Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno pasti sudah sering travelers dengar, atau bahkan jelajahi. Tapi travelers tahu nggak, ada gili-gili lain yang tidak kalah cantik dan jauh lebih sepi dibandingkan ketiga gili tadi? Mereka adalah Gili Kondo, Gili Petagan, dan Gili Bidara, yang berada di daerah Lombok Timur.

Ketiga gili ini memang masih belum sepopuler Gili Trawangan, Gili Air, atau Gili Meno, tapi pesonanya dijamin akan membuat kalian terpikat. Yang asyik, kalian bisa merasakan nikmatnya liburan ala milyuner di pulau pribadi lho! Panorama menawan di ketiga gili ini terbentang hanya untuk travelers.

Seperti halnya pulau dengan pantai perawan, pantai di keempat gili tersebut sangat bersih, dengan pasir putih lembut, air biru jernih bagaikan kristal, dan ketenangan tiada tara. Bonusnya adalah pemandangan Gunung Rinjani di kejauhan.

Diantara keempatnya, Gili Kondo adalah yang paling dikenal wisatawan. Di pulau ini sudah terdapat fasilitas berupa penginapan dan restoran, serta penyewaan alat snorkeling. Mungkin karena sempat dikelola oleh swasta, Gili Kondo bisa dikatakan cukup “siap” menyambut pengunjung. Ciri khas Gili Kondo, selain pantai yang cantik, adalah kayu-kayu dari tumbuhan mati yang teronggok dimana-mana. Walaupun hanya berupa tunggul-tunggul, kayu-kayu mati ini menambah eksotisme pantai di Gili Kondo, seolah memang sengaja ditempatkan disana sebagai dekorasi oleh alam.

Terumbu karang yang tepat berada di halaman restoran Gili Kondo masih dalam tahap pengembangan. Pihak pengelola yang lama, sebuah perusahaan swasta, berusaha untuk menjaga dan melestarikan terumbu karang Gili Kondo. Travelers bisa melihat langsung taman laut disini yang dihuni beraneka jenis karang, ikan dan binatang laut yang bervariasi.

Oh ya, kamu juga akan dapat bonus berupa kunjungan ke Gili Kapal, yaitu sebuah pulau yang hanya terdiri atas pasir tanpa ada karang ataupun tumbuhan. Pasir ini seringkali timbul tenggelam termakan ombak. Walaupun kecil dan kelihatan “polos”, Gili Kapal adalah juaranya taman laut. Keindahan alam bawah laut dan penghuninya benar-benar mempesona, yang bagi sebagian traveler adalah spot snorkeling terbaik di dunia. Snorkeling adalah aktivitas utama dan wajib travelers lakukan disini. Selain itu, kalian tidak akan tahan melihat jernihnya air berwarna biru yang seolah memanggil untuk langsung mencebur!

Berikutnya adalah Gili Bidara.Pulau kecil ini bisa dilihat dari pantai Sambelia, Gili Petagan, dan Gili Kapal, bahkan bisa dilihat dari Gili Kondo. Gili Bidara ukurannya lebih kecil dari gili Kondo yang berada di seberang. Jarak gili Bidara ini cukup dekat dari Gili Kapal. Begitu tiba di pulau ini, kalian akan disambut oleh perkampungan penduduk, rumah-rumah dengan atap daun kelapa, dan penghuninya yang ramah. Walaupun serba sederhana, disinilah travelers bisa merasakan kebahagiaan dan ketenangan kehidupan kampung yang benar-benar berbeda dengan kota.

Pulau berikutnya, Gili Petagan, terkenal dengan hutan bakaunya yang merupakan peninggalan dari pendudukan Jepang yang kini menjadi salah satu daya tarik wisata di Lombok Timur. Hutan Bakau ini sekarang dikelilingi Padang Lamun dan terumbu karang yang indah. Padang Lamun adalah padang rumput yang tumbuh di dalam laut. Dalam perjalanan menuju Gili Petagan, kalian bisa menyaksikan betapa birunya air laut. Warna biru tersebut menandakan perairan dalam. Begitu mendekati pulau, air yang jernih menampakkan pemandangan taman laut cantik yang bisa travelers nikmati dari atas kapal.

Bagaimana? Sudah siap menjalankan petualangan tak terlupakan di Gili Kondo, Gili Petagan dan Gili Bidara? Siapkan ransel kalian sekarang juga!

 

  1. Pulau Gili Lawang dan Sulat Lombok

P.Gili Lawang

 

 

 

 

 

 

 

 

Gili Lawang adalah sebuah pulau kecil yang terletak 3 km di sebelah timur laut Pulau Lombok. Pulau yang memiliki panjang maksimum 3,5 km ini secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Sejauh 500 meter di sebelah tenggara pulau ini terdapat pulau tetangganya, Gili Sulat.

Berbeda dengan ketiga gili di Lombok Barat, kedua gili ini seolah belum tersentuh oleh komersialisasi dan kehebohan para pengunjung. Justru keindahan yang masih tersembunyi ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Gili Sulat dan Gili Lawang merupakan pulau kecil (gili) yang sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai tujuan wisata alam (eco tourism) karena memiliki potensi berupa hutan bakau dan taman bawah laut yang sangat indah. Keseluruhan kedua gili ini terdiri dari hutan bakau namun sebenarnya ada juga sebagian kecil yang merupakan pasir putih, dan pada musim tertentu kawanan lumba-lumba akan menampakkan diri di daerah ini.

Terletak 3 jam perjalanan darat dari ibukota Mataram menuju arah timur melewati kota Selong. Perjalanan dapat menggunakan taksi atau sewa kendaraan menuju ke Balai Budidaya Rumput Laut. Dari sana sudah terlihat bentuk Pulau Gili Lawang di kejauhan yang seakan menyambut datang para wisatawan.

Dari seluruh luas permukaan pulau, sekitar 650 meter persegi, 90 persen lebih tertutup oleh hutan bakau dan hanya 10 persen daratan yang tersisa. Kelebatan hutan bakau ini belum dapat ditembus seluruhnya, hanya dengan menggunakan dermaga yang terbuat dari kayu ulin sepanjang hampir 500 meter menjorok ke dalam kita bisa berwisata hutan bakau. Kita bisa mendengar kicauan berbagai jenis burung namun uniknya wujudnya tidak pernah terlihat karena tersembunyi di balik lebatnya hutan bakau. Rencananya akan dibangun menara pengawas pada daratan yang tersisa agar leluasa mengawasi berbagai jenis burung disana.

Beringsut menuju perairan sekitar Pulau Gili Lawang. Dalam perairan dangkal sekitar 4 meter dapat kita lihat kekayaan bawah laut yang sangat menakjubkan. Tanpa harus menyelampun sudah jelas terlihat karena memang perairan disitu jernih dan tenang. Penulis sempat melihat seekor Bintang Laut berwarna biru menyala dan Karang lebar seperti meja berwarna oranye terang. Sayang rombongan tidak sempat melakukan penyelaman atau sekedar snorkling karena cuaca yang tidak mendukung.

Sebuah spot diving yang tidak terlalu jauh dari Jakarta serta keindahannya tidak kalah oleh tempat lain di Indonesia yang sudah lebih dulu terkenal. Memang daerah timur Indonesia tidak akan pernah kehabisan tempat-tempat menarik yang juga selain menantikan wisatawan juga menantikan investor yang berminat untuk mengelolanya.

Gili Layar dan Gili Rengit merupakan2 dari 12 Gili yang ada di Garis Pantai Sekotong Lombok barat.

Gili-Gili itu antaralain Gili Nanggu, Gili sudak, Gili tangkong, Gili kedis, Gili lontar, Gili genting, Gili poh,Gili gede, Gili rengit, Gili asahan,Gili layar, dan Gili Anyaran.

Gili sendiri merupakan sebutan untuk pulau kecil dalam Bahasa Suku Sasaq Lombok.

Sepanjang pengalaman menjelajahi Gili tersebut, menurut kedekatan dan dapat di jangaku perhari dan adanya ketersediaan “perahu nelayan utk menyebrang”, kira-kira bisa saya kelompokkan ke dalam :

Gili Nanggu,sudak,tangkong dan kedis dalam seharian

Gili Poh,Lontar dan Geting dalam seharian

Gili Rengit,Asahan,Layar,Gede dan anyaran dalam seharian

Lama perjalananpun paling lama 30 menit menuju Gili yang satu ke Gili yang lain di masing-masing pembagian zona rumpun Gili di pantai Sekotong. Artinya Dari Penyebrangan nelayan (pulau Lombok) ke Gili tersebut ditempuh dalam 30 menit. Selanjutnya Dari Gili yang satu ke Gili yang lain hanya membutuhkan waktu 10-15 menit saja karena jarak yg berdekatan.

Keindahan Gili Layar semakin lengkap dipadu dengan hamparan pasir putih sepanjang pantainya. Pantai Gili Layar seakan-akan mengunjungi pulau private. Tak ada wisatawan lain selain rombongan kami, Tim Lombok Backpacker. Bahkan saya juga tidak menemukan Turis yang biasanya ada hampir di tiap pulau di Lombok.

Di bagian daratannya, ada beberapa sapi yang dilepas oleh pemiliknya. Saya pun berjalan ke pantai bagian barat pulau Gili Layar ini. saya melihat beberapa orang yang sedang duduk di Berunggak. Sepertinya itu adalah penduduk pulau ini. sedangkan beberapa orang lagi memancing ikan di pinggir laut dari Pantai Bagian Barat ini. pemancing itu diam berdiri membisu berendam di pinggir laut. Para pemancing itu seperti membiarkan pakaian basah di bagian pinggul ke bawah.

Untuk mencapai Gili Layar kita bisa menyebrang dari penyebrangan umum di Desa Pelangan, di belakang SPBU Pelangan, dimana saat ini SPBU tersebut jarang di operasikan, karena pasokan BBM yg jarang. Pelabuhan nelayan itu sejatinya adalah pelabuhan menuju Gili Gede yang meruapakan kawasan pemukiman, sekolah dan masjid sudah banyak disana. Setiap hari dari pagi hingga magrib perahu nelayan mondar mandir ke Gili Gede membawa sembako, biasanya dengan rupiah 10.000 kita bisa ke Gili Gede.

Di depan Gili Gede, sekitar 1 km tampak Gili Layard an Gili Rengit, sebuah Gili tanpa penghuni, hanya ada sapid an hewan ternak lainnya dibiarkan hidup dari alam. Kedua Gili ini menjadi Favorite beberapa kawan untuk snorkel maupun free-diving.

 

  1. Pulau Gili Meno Lombok

P.Gili Meno

 

 

 

 

 

 

 

 

Gili Meno adalah salah satu dari tiga pulau kecil, selain Gili Trawangan dan Gili Air, yang menjadi kawasan wisata bahari. Tempat ini dapat dicapai dari Kota Mataram sekitar 45 menit berkendaraan darat dengan perjalanan melewati Pantai Senggigi yang berlatarkan pemandangan pantai yang menakjubkan serta hutan lindung. Di sini terdapat taman burung yang mempunyai koleksi burung-burung langka dari Indonesia dan mancanegara. Pasirnya putih dan masih alami. Di Gili Meno kendaraan bermotor sangat dibatasi, demikian pula penggunaan listrik.

Gili Meno adalah pulau terkecil sekaligus paling sunyi diantara gili lainnya. Seperti pada dua gili lainnya, Gili Meno juga dikelilingi oleh pantai dengan pasir yang indah. Pantai ini bisa Anda jelajahi sekitar 90 menit dengan jalan kaki. Tidak ada mobil atau motor di sini, sehingga keheningan dan kualitas udahnya tidak perlu diragukan lagi. Jika kebetulan barang bawaan Anda cukup banyak, Anda bisa menggunakan cidomo (aka: dokar, gerobak yang ditarik oleh kuda) yang bisa membantu mengangkut barang bawaan Anda dari tempat bersandarnya perahu di sisi timur ke penginapan Anda.

Meskipun sunyi, sebenarnya Gili Meno juga dihuni oleh warga setempat namun hanya sekitar 400 orang. Sebagian besar penduduk tinggal di sekitar jalan yang menghubungkan satu bagian pulau ke bagian lainnya.

Selain kendaraan bermotor, listrik juga masih sangat jarang di sini. Hanya ada beberapa orang dan villa yang memiliki generator. Umumnya penduduk setempat masih menggunakan lilin/obor untuk penerangan dan menggunakan kayu bakar untuk memasak

belum puas hanya dengan berkeliling dan melihat pantai saja, cobalah untuk bersnorkeling. Bersnorkeling di Gili Meno sangat mengasyikkan karena selain air lautnya yang sangat jernih, Anda juga sudah dapat melihat ikan bahkan penyu bermain-main di pantai yang cukup dangkal. jika Anda penggemar diving, ini adalah hal wajib yang harus Anda lakukan di Meno. Dengan air laut yang sangat jernih, Anda bisa melihat terumbu karang yang masih terjaga, hiu karang, dan penyu.

Anda juga bisa mengunjungi taman burung kecil yang ada di pulau untuk melihat berbagai spesies burung yang indah. Di Gili Meno juga terdapat sebuah penangkaran penyu hijau. Anda bisa berkunjung ke sana untuk melihat-lihat serta mendukung upaya restorasi yang di lakukan disini.

Lombok memiliki banyak pantai menawan siap memikat hati para pelancong, sebut saja Gili Trawangan, Pantai Kuta ataupun Pantai Tanjung Aan. Semuanya sudah menyerap perhatian wisatawan dan bukan tidak mungkin Anda pun bisa menikmati pantai indah di Lombok termasuk yang tersembunyi nan sepi seakan-akan milik sendiri. Gili Nanggu adalah salah satunya yang mampu mewujudkan itu.

Bagi yang sudah bosan dengan kedua gili tersebut ternyata ada gili lain yang masih sangat sepi dan termasuk privat. Tidak banyak aktivitas kecuali para wisatawan yang bermain di pantai. Ya gili ini adalah Gili Nanggu, sebuah pulau kecil yang memberikan keindahan pantai dan sekitarnya yang tidak kalah indahnya dibandingkan gili-gili yang lain.

Pulau Lombok juga memiliki kemegahan alam bahari yang memesona. Pantai Senggigi serta pulau-pulau mungil atau gili yang tersebar di sekitar pulau ini menyimpan pesona yang menakjubkan.

Selain di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air yang reputasinya telah mendunia, di kawasan Lombok Barat juga terdapat gili lain yang bisa disinggahi, yaitu Gili Nanggu.

Gili Nanggu berada di Selat Lombok atau di pesisir barat Pulau Lombok. Secara administratif, pulau ini berada di wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Untuk mencapai Gili Nanggu cukup mudah. Dari Mataram, wisatawan bisa menuju Pelabuhan Lembar yang berjarak sekitar 27 km, dengan kendaraan, dan selanjutnya menggunakan perahu atau speedboat selama 35 hingga 45 menit.

Atau, bisa juga melalui rute lain, yaitu lewat Tawun, di Sekotong, yang berjarak 47 km, dengan kendaraan dan kemudian menggunakan speedboat selama 15 menit. Sekotong juga dapat diakses langsung dari Bandara Internasional Lombok (BIL) dengan waktu tempuh antara 45 menit sampai satu jam saja.

Layaknya Gili Trawangan, di Gili Nanggu terdapat pantai cantik dengan hamparan pasirnya yang putih serta lautnya yang biru. Suasana alamnya yang hening, membuat pulau ini menjadi pilihan yang tepat bagi para pasangan yang ingin berbulan madu. Matahari tenggelam merupakan momen yang paling indah di pulau seluas sekitar 8 hektar ini.

Bagi mereka yang ingin berlama-lama ataupun ingin menyepi di Gili Nanggu tak perlu merasa khawatir. Sebab, di pulau ini telah tersedia fasilitas akomodasi modern. Selain memiliki pilihan akomodasi yang beragam, resor ini turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari wahana watersports, jogging trek, perlengkapan diving atau snorkeling yang bisa digunakan oleh segenap wisatawan.

Dibungkus oleh keelokan alam yang sanggup memanjakan pecinta wisata bahari, Gili Nanggu sanggup menawarkan kedamaian untuk Anda. Bahkan banyak wisatawan asing menyebutnya dengan “The Paradise Island”. Ini merupakan pulau seluas 12,5 ha yang terletak di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di tengah-tengah pantai berpasir putih dan berombak tenang, Anda dijamin dapat bersantai tanpa adanya pedagang atau pengunjung lain. Gili Nanggu berupa pulau pribadi yang hanya dihuni manajemen dan staf resor.

Hanya beberapa meter dari bibir pantai, Anda dapat melihat langsung ikan warna-warni menari-nari di dasar laut dangkal. Nyanyian suara burung menemani Anda merangkul Matahari terbit dan terbenam, menciptakan suasana romantis yang sulit ditemukan di pulau lain. Gili Nanggu cocok bagi pasangan yang sedang menikmati bulan madu mereka.

Sejak 1995 pulau ini terus berkontribusi dalam kegiatan konservasi alam melalui Gili Nanggu Sea Turtle Conservation Program. Selama 11 tahun terakhir, program tersebut berhasil menetaskan 4.500 penyu. Programnya sangat praktis yaitu melindungi telur penyu dari pemasaran bebas dengan cara membelinya dari nelayan. Telur yang dibeli diinkubasi di bawah pasir selama 30-35 hari, setelah menetas dilepas ke laut bebas.

 

  1. Pulau Gili Patelu Lombok

P.Gili Patelu

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari sekian banyak gili di sekitar Lombok, ada satu gili yang mulai dikenal masyarakat nih, namanya Gili Petelu, yang lokasinya ada di daerah Jerowaru Lombok Timur, atau tepatnya di sebelah kiri Pantai Tangsi a.k.a Pantai Pink.

“Petelu”, ada kata “telu” di sini yang artinya tiga. Nah mungkin ya gegara di sini ada tiga gugusan bukit kecil sehingga dinamakan “Gili Petelu” #IMO. Menurut info dari tukang perahu nya, di sekitar Gili Petelu ini bagus terumbu karangnya, sehingga gue ama temen gue pun nurut aja pas diajakin snorkling di sekeliling gili ini.

Banyak wisatawan domestik maupun wisatawan asing berdatangan ke objek wisata yang berlokasi di Jerowaru, Lombok Timur tersebut. Selain menikmati keindahan pantai berpasir pink ini, wisatawan juga bisa menikmati keindahan beberapa gili (pulau kecil) yang tersebar di sekitarnya, salah satunya adalah Gili Petelu. Sebuah pulau kecil yang sering disebut juga dengan Gili Tiga, karena ada kata “telu” yang artinya Tiga ini berbentuk pulau karang yang luas nya tidak seberapa, namun memiliki kontur berbukit dengan view yang indah, keren, mempesona dari atas, bentuk pasir yang seperti merica dan berwarna putih, dengan air laut yang biru dan bening serta ombak yang tenang membuat wisatawan seperti berenang di kolam pribadi. Sayangnya, kami tidak snorkeling. Padahal saya yakin keindahan bawah lautnya masih terjaga dengan baik. Menuju Gili Petelu bisa menyebrang dari Pelabuhan Tanjung Luar atau dari Pantai Pink (Tangsi).

Untuk menuju ke sana perlu sekitar 2,5 jam dari Mataram dan dengan biaya 450.000 per kapal kita sudah bisa keliling ke beberapa tempat wisata disekitar gili Petelu.

laut Gili Petelu ternyata menyimpan biota-biota laut yang cantik dan menakjubkan. Ada gerombolan karang berwarna hijau terang, bintang laut besar berwarna biru, ada juga Nemo dan bapaknya!

Jika Anda berlibur ke Lombok, jangan lewatkan untuk mengunjungi tempat yang indah ini. Dijamin, rasa lelah Anda, akan terbayar dengan keindahan pulau-pulau kecil ini.

Single atau double termasuk pajak dan sarapan pagi
Harga musim ramai mulai July 1-September 15 dan Desember 01-January 15 dikenakan tambahan harga seberasa Rp. 150.000/kamar/malam

 

 

  1. Pulau Gili Kondo & Gili Kapal Lombok

P.Gili Kondo

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno pasti sudah sering travelers dengar, atau bahkan jelajahi. Tapi travelers tahu nggak, ada gili-gili lain yang tidak kalah cantik dan jauh lebih sepi dibandingkan ketiga gili tadi? Mereka adalah Gili Kondo, Gili Petagan, dan Gili Bidara, yang berada di daerah Lombok Timur.

Ketiga gili ini memang masih belum sepopuler Gili Trawangan, Gili Air, atau Gili Meno, tapi pesonanya dijamin akan membuat kalian terpikat. Yang asyik, kalian bisa merasakan nikmatnya liburan ala milyuner di pulau pribadi lho! Panorama menawan di ketiga gili ini terbentang hanya untuk travelers.

Seperti halnya pulau dengan pantai perawan, pantai di keempat gili tersebut sangat bersih, dengan pasir putih lembut, air biru jernih bagaikan kristal, dan ketenangan tiada tara. Bonusnya adalah pemandangan Gunung Rinjani di kejauhan.

Diantara keempatnya, Gili Kondo adalah yang paling dikenal wisatawan. Di pulau ini sudah terdapat fasilitas berupa penginapan dan restoran, serta penyewaan alat snorkeling. Mungkin karena sempat dikelola oleh swasta, Gili Kondo bisa dikatakan cukup “siap” menyambut pengunjung. Ciri khas Gili Kondo, selain pantai yang cantik, adalah kayu-kayu dari tumbuhan mati yang teronggok dimana-mana. Walaupun hanya berupa tunggul-tunggul, kayu-kayu mati ini menambah eksotisme pantai di Gili Kondo, seolah memang sengaja ditempatkan disana sebagai dekorasi oleh alam.

Terumbu karang yang tepat berada di halaman restoran Gili Kondo masih dalam tahap pengembangan. Pihak pengelola yang lama, sebuah perusahaan swasta, berusaha untuk menjaga dan melestarikan terumbu karang Gili Kondo. Travelers bisa melihat langsung taman laut disini yang dihuni beraneka jenis karang, ikan dan binatang laut yang bervariasi.

Oh ya, kamu juga akan dapat bonus berupa kunjungan ke Gili Kapal, yaitu sebuah pulau yang hanya terdiri atas pasir tanpa ada karang ataupun tumbuhan. Pasir ini seringkali timbul tenggelam termakan ombak. Walaupun kecil dan kelihatan “polos”, Gili Kapal adalah juaranya taman laut. Keindahan alam bawah laut dan penghuninya benar-benar mempesona, yang bagi sebagian traveler adalah spot snorkeling terbaik di dunia. Snorkeling adalah aktivitas utama dan wajib travelers lakukan disini. Selain itu, kalian tidak akan tahan melihat jernihnya air berwarna biru yang seolah memanggil untuk langsung mencebur!

Berikutnya adalah Gili Bidara.Pulau kecil ini bisa dilihat dari pantai Sambelia, Gili Petagan, dan Gili Kapal, bahkan bisa dilihat dari Gili Kondo. Gili Bidara ukurannya lebih kecil dari gili Kondo yang berada di seberang. Jarak gili Bidara ini cukup dekat dari Gili Kapal. Begitu tiba di pulau ini, kalian akan disambut oleh perkampungan penduduk, rumah-rumah dengan atap daun kelapa, dan penghuninya yang ramah. Walaupun serba sederhana, disinilah travelers bisa merasakan kebahagiaan dan ketenangan kehidupan kampung yang benar-benar berbeda dengan kota.

ulau berikutnya, Gili Petagan, terkenal dengan hutan bakaunya yang merupakan peninggalan dari pendudukan Jepang yang kini menjadi salah satu daya tarik wisata di Lombok Timur. Hutan Bakau ini sekarang dikelilingi Padang Lamun dan terumbu karang yang indah. Padang Lamun adalah padang rumput yang tumbuh di dalam laut. Dalam perjalanan menuju Gili Petagan, kalian bisa menyaksikan betapa birunya air laut. Warna biru tersebut menandakan perairan dalam. Begitu mendekati pulau, air yang jernih menampakkan pemandangan taman laut cantik yang bisa travelers nikmati dari atas kapal.

Bagaimana? Sudah siap menjalankan petualangan tak terlupakan di Gili Kondo, Gili Petagan dan Gili Bidara? Siapkan ransel kalian sekarang juga!

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR