Akankah, Tradisi Bondowoso Aduan Sapi Punah?

Akankah, Tradisi Bondowoso Aduan Sapi Punah?

BAGIKAN

Bondowoso -kamarberita.com. Masyarakat Bondowoso tidak bisa lepas dari hewan yang bernama Sapi, karena sapi merupakan cikal bakal berdirinya kota tape itu. Konon, Ki Ronggo membabat Bondowoso hanya bermodalkan Sapi, Benih jagung dan benih padi yang ditaburnya sepanjang jalan dari besuki ke daerah perbukitan lembab yang kini disebut arak -arak. Dalam perjalanan, Ki Ronggo bersama santri-santrinya menemukan lahan becek, kemudian Ki Ronggo meminta santri-santrinya untuk mengeraskan lahan tersebut yang kini menjadi alun-alun Bondowoso. Dengan gembira, santri-santri Ki Ronggo mengerjakan perintah sang kiai sambil menonton Aduan Sapi.

kabupaten Bondowoso, tepatnya di kecamatan Tapen kita dapat menjumpai arena Aduan Sapi yang luasnya sekitar 2 Hektar. Aduan sapi dilakukan oleh 2 ekor sapi yang saling menanduk, namun tidak ada sedikitpun darah yang menetes sehingga atraksi ini bisa disaksikan oleh siapapun. dan lagi, atraksi tradisional ini selain sebagai hiburan bagi masyarakat Bondowoso, juga mempunyai daya tarik kepariwisataan. Sekaligus melestarikan tradisi budaya masyarakat.

Namun sayang kebudayaan ini mendapat teguran keras dari MUI kabupaten Bondowoso, dan akhirnya dihentikan melalui Perda  No.19 Tahun 2002 karena lebih mengarah kepada perjudian daripada kebudayaan dan hiburan. langkah yang dilakukan pemerintah daerah itu dianggap tidak tepat oleh aktivis-aktivis kebudayaan. karena Aduan sapi merupakan Kebudayaan asli Bondowoso dan juga sebagai identitas Bondowoso.(lud.kb)

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR