Setelah Kopi, Kini Perubahan Iklim Membuat Kualitas Teh Menurun

Setelah Kopi, Kini Perubahan Iklim Membuat Kualitas Teh Menurun

BAGIKAN

Masih bisa menikmati secangkir teh? Anda harus bersyukur, karena perubahan iklim global kini membuat kualitas teh menurun juga produksinya. Bukan tak mungkin teh akan jadi minuman mahal dan langka.

Penelitian awal menunjukkan bahwa daerah pertumbuhan teh menurun di beberapa bagian dunia hingga 40-55% dalam dekade mendatang. Tentu saja menurunkan kualitas teh itu sendiri karena adanya perubahan iklim.

Di akhir musim semi, petani di seluruh provinsi Yunnan China pergi ke lereng bukit tempat perkebunan teh berada. Memetik dua daun teh segar di pucuk-pucuk pohon teh. Teh dipanen pada musim semi dan musim gugur yang merupakan sumber pendapatan bagi petani di provinsi Yunnan, salah satu provinsi paling berkembang di China.

Ketika waktunya tepat, petani akan memproses kedua daun teh tersebut menjadi beberapa teh terbaik di dunia. Harganya bisa mencapai Rp 1,3 juta per 500 gram untuk teh berkualitas tinggi. Bahkan teh terbaik akan dibeli hingga Rp 13 juta per gram oleh kolektor.

“Rasa dapat berubah dari pagi hingga sore hari karena pergeseran konsentrasi asam amino dan kimia”, tutur Bob Heiss, seorang penulis dan pemilik Tea Trekker seperti dikutip dari Quartz (9/06).

Stepp, bagian dari konsorsium peneliti yang bertujuan untuk mengeksplorasi dampak perubahan iklim terhadap teh terkenal di kawasan Yunnan. Hingga kini belum membuahkan hasil.

Di luar data iklim, Stepp dan Orians juga telah mewawancarai petani tentang persepsi mereka mengenai curah hujan. Mayoritas petani sejauh ini melihat bahwa hujan dan suhu yang meningkat berdampak besar terhadap kualitas teh.Next

(odi/odi)

Sumber Informasi

Loading Facebook Comments ...

TINGGALKAN KOMENTAR